PALEMBANG — Pemain anyar Sriwijaya FC, Yanto Basna menyebut faktor ikatan emosional yang sangat besar dengan laskar wong kito yang membuatnya akhirnya memilih tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini sebagai pelabuhan barunya di tahun 2017 ini. Meski hanya sebentar bergabung bersama SFC U21 di tahun 2014 lalu, namun pemain asal Papua ini menyebut masa-masa tersebut sebagai periode yang sangat krusial baginya.

Pasalnya, usai berlatih di SAD Uruguay selama 2011-2013, dirinya sempat menderita cedera parah ketika memperkuat timnas U19 di tahun 2014. Setelah sempat kebingungan mencari tempat berlatih, Yanto mendapat tawaran dari SFC U21 untuk memulihkan cederanya tersebut.

Bersama SFC U21, Yanto mencoba bangkit lagi dan ajang turnamen Cotif di Spanyol pada tahun yang sama menjadi kebangkitan pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini. Yanto pun didapuk menjadi kapten timnas U21 yang saat itu diisi mayoritas pemain SFC U21 yang baru saja menjuarai kompetisi ISL U21 di tahun sebelumnya.

Menurut pria kelahiran Papua 12 Juni 1995 ini, cedera memang menjadi momok dan ketakutan terbesar bagi pesepakbola profesional. Karena hal itulah saat terpilih menjadi pemain terbaik di turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015 lalu bersama Mitra Kukar, Yanto pun tidak lupa menyisihkan sebagian bonusnya bagi sesama rekannya yakni Ruben Sanadi dan Alfin Tuasalamony yang saat itu terkena cedera cukup parah.

“Saya ingin membalas budi tersebut, SFC U21 percaya kepada saya saat itu dan membesarkan nama saya. Sebenarnya dari musim lalu sudah ada keinginan untuk kembali, namun saya pikir harus mencari pengalaman lebih dulu dan kebetulan rejekinya bersama klub lain. Sekarang mungkin memang waktunya saya kembali ke rumah kedua setelah Papua,” ujarnya saat ditemui di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (24/1) sore.

Di SFC sendiri, Yanto akan bertemu rekan-rekannya di U21 dulu yang kini juga telah naik ke tim senior. Mulai dari Teja Paku Alam, Zalnando, Mariando, Manda Cingi, Hapit Ibrahim, Rizky Dwi Ramadhana dan Andes Adinata. “Musim lalu SFC menjadi salah satu tim yang sangat mempercayai pemain muda, itu juga yang menjadi alasan saya mengapa akhirnya memutuskan kembali ke Palembang,”  ungkapnya. (dedi)

Artikel Terkait