PALI — Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony membuka acara penyuluhan tentang Undang-undang Keprotokolan No 9 tahun 2010 dan bimbingan etika kepribadian bagi jajaran pemerintah Kabupaten PALI, FKPD, Organisasi pemuda, organisasi sosial kemasyarakatan, pemuda dan dan kewanitaan, Jumat (13/1).

Bertempat di gedung Pesos komplek Pertamina Pendopo, acara ini dihadiri Plt Sekda Robby Kurniawan, seluruh kepala SKPD, FKPD, TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Organisasi kepemudaan, dan ratusan undangan lainnya.

Acara tersebut mendatangkan narasumber dari kementerian dalam negeri (Kemendagri) DR A. Fatoni sebagai kepala biro administrasi pimpinan Kemendagri dan Hj Sri Suroso dari Lembaga Pendidikan Carissa Palembang, dimana keduanya memaparkan serta berbagi ilmu mengenai aturan dan etika sopan santun keprotokolan.

Wabup PALI mengungkapkan sebagai daerah baru,tentunya masih awam tentang undang-undang keprotokolan.

“Memberikan perlakuan dan penghormatan kepada seseorang dan  lambang negara sangat penting di ketahui apalagi diacara resmi yang digelar oleh pemerintah. PALI merupakan daerah baru tentunya masih banyak kekurangan dan masih belum banyak diketahui tatacara bagaimana tentang keprotokolan,” ungkap Wabup saat menyampaikan sambutanya sebelum membuka acara.

Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini,Wabup berharap semua instansi bisa menggali manfaat yang disampaikan narasumber.

“Protokoler adalah cermin pemerintahan, ketika ada acara resmi harus diatur secara matang, bahkan hal terkecil pun semisal tempat duduk undangan dan pejabat yang datang harus disusun berdasarkan jabatannya. Seluruh instansi harus memahami itu, dan harus bisa mengambil manfaatnya dan bisa diterapkan di sini,” pesannya. (yudhi)

Artikel Terkait