PALEMBANG – Pada ujian nasional (UN) 2017 Sumatera Selatan (Sumsel) akan menerapkan UN SMA/ SMK berbasis komputer (UNBK) bagi seluruh sekolah yang ada di daerah ini.
“Pada 2017 nanti pelaksanaan UN SMA/SMK 100 persen akan menerapkan sistem berbasis komputer. Bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer dan internet  boleh mengikuti pelaksanaan UN di sekolah atau lokasi yang terdekat dan sudah memiliki fasilitas tersebut,” kata Widodo Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Jum’at (17/6).
Menurut Widodo pada UNBK 2017 berbeda dengan pelaksanaan UNBK 2016. Pada UN mendatang akan menggunakan sistem online menggunakan komputer yang terkoneksi dengan Local Area Network (LAN), bukan komputer yang berdiri sendiri.
“Sistem online yang terkoneksi dengan LAN untuk memudahkan panitia untuk memasukkan bahan ujian ke dalam komputer yang tersedia yang sudah terhubung dengan sebuah server,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel menjelaskan, pada UNBK 2017 mendatang pelaksanaannya akan berubah drastis dari pelaksanaan UN sebelumnya. UNBK mendatang akan menerapkan sistem testing center.
“Pada pelaksanaan UNBK mendatang siswa tidak harus mengikuti pelaksanaan UN di sekolah. Siswa SMA/SMK yang akan mengikuti UN 2017 mendatang dengan sistem testing center nantinya pelaksanaan UN tidak kaku seperti tahun sebelumnya. Kapan saja siswa mau ikut UN bisa karena tidak ada jadwal yang dibatasi, UN dibuat lebih santai,” kata Widodo.
Untuk pelaksanaan UN 2017 menurut Widodo, seluruh sekolah harus sudah bisa mengoperasikan sistem online. “Nanti akan ada sekitar 90.000 komputer yang akan dibagikan ke sekolah supaya 2017 semua SMA/SMK sudah seluruhnya menerapkan UN berbasis komputer,” ujarnya.
Widodo yakin SMA/SMK di Sumsel mampu mengimplementasikan 100 persen melaksanakan UN berbasis komputer. “Ini memang sudah menjadi sebuah aturan.  Harus ada kemauan dari masing-masing sekolah untuk menjadi pelaksana UN berbasis komputer dan saya sangat optimis ini bisa terlaksana,” katanya. (juniara)

RelatedPost