Kabar perekrutan Herman Dzumafo masih menuai protes dari pendukung setia Laskar Wong Kito. Sebelumnya Singa Mania secara terang-terangan menolak perekrutan Herman Dzumafo, kali ini giliran Ultras Palembang mengemukakan hal sama. Pemain naturalisasi ini dianggap tidak layak untuk bergabung ke Palembang dan hanya akan mengulang kesalahan yang sama di musim lalu.

“Kami berharap manajemen terutama pelatih yang punya rencana merekrut Dzumafo untuk berpikir ulang,” ujar ketua umum Ultras Palembang, Agung Fahrurozi saat dihubungi mengenai masalah ini, Senin(18/12) siang. Menurutnya, jika memang perekrutan Dzumafo lebih dikarenakan statusnya yang sudah sebagai pemain naturalisasi, maka ada pemain lain yang lebih berkualitas. “Kalau itu alasannya (naturalisasi-Red), mengapa tidak Sergio Van Dijk yang jelas lebih muda,” tegasnya.

Catatan gol Dzumafo di kompetisi Liga 2 musim lalu disebutnya sudah cukup untuk menunjukkan kualitasnya yang telah menurun. “Silahkan lihat berapa catatan golnya musim lalu, bagaimana di Liga 1 yang persaingannya akan jauh lebih berat,” ungkapnya.

Pihaknya pun menyebut sosok Airlangga Sucipto jauh lebih pantas dipertahankan sebagai alternatif di lini depan. “Loyalitasnya tidak perlu diragukan lagi, selain itu 2 musim terakhir banyak gol yang dicetaknya sehingga mampu menyelamatkan SFC dari kekalahan. Selain sebagai supersub, Ronggo punya faktor X yang kadang dibutuhkan di sebuah pertandingan,”

Dalam waktu dekat, pihaknya pun berencana akan berdialog dengan manajemen SFC mengenai hal ini. “Yang jelas, SFC bukanlah panti jompo dan penampung pemain tidak berkualitas,” tambahnya.

Artikel Terkait