PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan internasional Bonn Challenge ke 4 yang dihadiri lebih dari 30 negara di Asia Pasific.

Bertempat di ruang rapat Bina Praja, Jumat (13/01), Plt Sekretaris Daerah Sumsel, Djoko Imam Santosa memberikan keterangan press kepada awak media mengenai kegiatan South Sumatra Bonn Challenge.

“Keberhasilan kita ditahun 2016 mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan memiliki lahan gambut 20 hektar yang sudah direstorasi membuat kita dipercaya menjadi tuan rumah Bonn Challenge,” ujar Djoko Imam Sentosa, disela kegiata jumpa pers di ruang rapat Bina Praja pemprov Sumsel, Jumat (13/1).

Dijelaskannya, Bonn Challenge merupakan suatu inisiatif retorasi lanskap yang kritis terbesar di dunia. Targetnya sendiri untuk merestorasi lahan degradasi dan kritis 150 juta hektar sampai tahun 2020 serta 200 juta hektar pada tahun 2030. Sampai saat ini sudah direstorasi 50juta hektar di Amerika Serikat, Ruanda, El Savador, Kosta Rika, Barazilia, Guatemala, Kongo, Uganda, Kolombia dan Ethiopia.

“Kegiatan BC akan dilaksanakan pada akhir Maret atau awal bulan April 2017,” katanya.

Lanjutnya, dalam kegiatan Bonn Challenge ini ada dua yakni pertama peninjauan lapangan (field trip) di daerah sepucuk Kabupaten Ogan Komering Ilir, daerah ini di pilih karena sudah ada sekitar 20 hektar lahan yang sudah direstorasi, kedua adalah meeting internasional yang akan diadakan di Griya Agung.

“Meeting ini sangat terbatas karena highs level, dihadiri oleh berbagai menteri yang akan berlangsung di Griya Agung,” (juniara)

Artikel Terkait