PALEMBANG – Minat membaca masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) cukup tinggi khususnya para pelajar, demikian dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Sumsel, Maulan Aklil.

Maulan mengatakan, indeks literasi membaca para pelajar cukup tinggi, apalagi untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sedangkan untuk mahasiswa tidak terlalu tinggi.

“Kalalu untuk sekarang ada peningkatan hampir 400-500 perhari yang mengunjungi perpustakaan kita untuk membaca, untuk mahasiswa sendiri bahan bacaannya hanya untuk skripsi saja” jelas Maulan usai kegiatan safari gerakan nasional pembudayaan kegemaran membaca yang dilaksanakan di perpustakaan Sumsel, Senin (14/08).

Untuk jumlah buku di perpustakaan Sumsel sendiri selalu kekurangan, hal ini dikarenakan meningkatnya para pembaca. “Kita banyak kekurangan buku, apalagi untuk buku kedokteran hampir setiap tahunnya minim,” terangnya lagi.

Selain itu, lanjutnya, diera digital ini pihaknya mengupayakan perpustakaan dalam bentuk digital supaya pengunjung atau pembaca yang datang akan tertarik.

“Sekarang perpustakaan kita sudah maju, dan tidak kalah dengan era digital. Kalau untuk anak SD kita buat semacam permainan jadi membaca sambil bermain ada gamenya juga, anak-anak akan betah di perpustakaan,” akunya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka, Ahmad Masykuri mengatakan, dalam bentuk digital pengembangan teknologi harus ada antisipasi dari pemerintah, suapaya bisa minat baca di perpustakaan tidak mati. Maka dari itu perpustakaan harus ikut perkembangan zaman.

“Kita tahu anak-anak sekarang jamannya gadget. Sekarang gadget yang jadi perpustakaan, cari buku tinggal searching saja. Maka dari itu perpustakaan harus berbasis IT juga supaya tidak mati,” tuturnya diwaktu dan tempat yang sama.

Untuk minat baca di Indonesia sendiri, untuk saat ini pihaknya belum ada penelitiam secara mendalam, namun ditahun lalu ada peningkatan dari 25 persen meningkat jadi 26 persen.

“Yang idealnya di atas 50 persen. Namun anak SD harus diutamakan karena dia adalah ujung tombaknya negera. Sedangka untuk di Sumsel kebanyakan para pelajar,” tukasnya.

Sementara kegiatan tersebut diikuti sebanyak 200 peserta mulai dari tingkat Kepala Sekolah, guru, penggiat perpustakaan, taman bacaan, pemerhati perpustakaan, pengelola perpustakaan (sekolah, PT, Ponpes, khusus, umum, komunitas), mahasiswa dan siswa SM serta lainnya. (dil)

Artikel Terkait