PALEMBANG — Edward Limba (34), sopir taksi online Go Car ditemukan tewas terbunuh di kawasan Sembawa, Banyuasin. Terdapat luka bekas jeratan kawat di leher dan luka memar di belakang kepala.

Kematian Ewa membawa duka mendalam bagi keluarga di Lorong Kedukan No 712 B RT 24/07 Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Dia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

Ewa dikenal dekat dengan anak-anaknya. Bahkan di hari sebelum menghilang dalam perjalanan mengantarkan penumpang ke Sembawa, Ewa sempat berbalas chat di instagram dengan putrinya.

Saat itu Ewa belum juga pulang ke rumah. Dia ditanyai oleh anaknya bernama Cantika di kolom komentar instagram. Anaknya bertanya kemana Ewa yang bekerja belum pulang-pulang. Pesan tersebut sempat dibalas oleh Ewa.

Berikut petikan percakapan itu,

cantika_ratu_kece_23: Papa balek la

cantika_ratu_kece_23: Lamo nian begawe sampe jam 23.00

febriyun: Iyo pa balek lah pa, cak mano nian begawe dak balek2 tuh la sampe jam 23 amper 24..

ewanya25_orkes_bedandan: @cantika_ratu_kece_23 : apo nak?? Sampe jam 23.00??? Salah dak jam nyo.

Setelah itu chat tidak berlanjut. Mayat pria tanpa nama yang ditemukan di pinggir jalan daerah Sembawa.

Roslina (33), istri Ewa, tak kuat menahan tangis dan syok mengetahui suaminya tewas dengan kondisi sangat mengenaskan.

Rosalina dan keluarganya datang ke RS Bhayangkara Palembang setelah mendapat kabar penemuan mayat laki-laki tanpa identitas.

Setelah memastikan itu jenazah suaminya, Edward Limba, tangisan Rosalina pecah.

“Kami baru tahu dari teman-teman kalau Edward meninggal karena korban pembunuhan. Semalam kami sempat dapat kabar, kalau istrinya sempat menelepon dia (Edward, red). Tetapi tidak aktif, makanya dia keluar pakai motor untuk mencari tetapi tidak ketemu. Sudah keliling Palembang mencari, tetapi tidak ketemu,” ujar Fitri (37), teman Edward ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (22/8). (dil)

Artikel Terkait