Hawa panas sempat terjadi usai wasit meniupkan peluit tanda babak pertama selesai. Saat menuju ruang ganti, manajer Sriwijaya FC sempat memprotes aksi kurang terpuji salah seorang penonton di tribun VIP stadion Kanjuruhan Malang yang melakukan pelemparan ke rombongan laskar wong kito.
“Kalah menang itu hal biasa, namun kita tidak diterima jika saya dan pemain SFC dilempar. Apa salah kami, saat itu kami cuma berjalan biasa menuju ruang ganti,” keluh manajer SFC, Nasrun Umar.
Dirinya sendiri menyesalkan insiden tersebut mengingat di tribun VIP banyak berdiri petugas keamanan, baik dari pihak TNI maupun steward internal Arema.
Asisten manajer SFC, Achmad Haris yang juga hadir di stadion Kanjuruhan berharap insiden ini tidak terulang lagi kedepannya. “Pengawas pertandingan juga mesti mencatat kejadian ini, di lapangan benturan keras antar pemain biasa terjadi, tapi tidak boleh ada pelemparan yang dilakukan oleh penonton,” harapnya.

Sepanjang pertandingan sendiri, benturan keras memang tidak dapat dihindarkan. Bahkan di babak pertama, wasit sempat menghentikan pertandingan karena pemain SFC Abduolaiye Maiga terlibat adu mulut dengan legiun asing Arema, Kiko Insa. Keduanya pun akhirnya diganjar kartu kuning oleh wasit Oki Dwi Putra yang memimpin pertandingan.