PALEMBANG — Andai saja tendangan pinalti pemain Persija Jakarta Bambang Pamungkas pada menit 59 berhasil membobol gawang Teja Paku Alam, mungkin saja hasil akhir laga Sriwijaya FC melawan Persija akan lain dengan peristiwa yang terjadi di stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Jumat malam (24/6).
Pada laga lanjutan Indonesia Soccer Championships (ISC) 2016 yang berlangsung sengit dan cenderung keras serta stadion yang dipenuhi asap flare dan petasan yang dilempar penonton dari tribun menghasilkan fakta yang berbeda.
Sebelum wasit menghentikan pertandingan pada menit 81, tim berjuluk Laskar Wong Kito berhasil unggul 1 – 0 dari tim berjuluk Macan Kemayoran berkat tendangan bebas Hilton Moreira yang gagal ditepis penjaga gawang Persija Andritany Ardhiyasa.
Pertandingan sendiri berlangsung panas sejak peluit kick off ditiup wasit. Walau sebagai tim tamu, para pemain Sriwijaya FC langsung  mengambil inisiatif menyerang. Pada menit kelima Sriwijaya FC mampu mencetak gol melalui Alberto Goncalves. Wasit Djumadi Effendi asal Malang menganulir gol tersebut karena menganggap pemain asal Brasil tersebut dalam posisi offside.
Tekanan dari Supardi Nasir mampu menekan pertahanan Persija dan beberapa peluang  berhasil digagalkan Andritany, salah satunya lewat Hilton Moreira yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang yang pernah memperkuat Sriwijaya FC.
Pada babak kedua, tensi pertandingan masih berlangsung tinggi dan kedua tim tetap jual beli serangan. Pada babak kedua, wasit Djumadi Effendi harus menghentikan pertandingan sebanyak dua kali karena terganggu ulah penonton yang membakar petasan dan flare yang sehingga memicu terjadinya asap yang menutupi lapangan.
Akibatnya, pemain Sriwijaya FC, Wildansyah harus mendapat perawatan medis karena terkena sesak nafas akibat asap tebal yang menyelimuti stadion GBK. Untuk bisa bernapas Wildansyah harus mendapat bantuan oksigen yang dialirkan ke hidungnya. Pertandingan pun terhenti selama lebih kurang 15 menit.
Saat pertandingan dilanjutkan kembali, petaka terjadi, Persija mendapat hadiah penalti dari wasit karena menganggap Fahrudin melakukan pelanggaran di kotak pinalti. Bek tangguh Sriwijaya FC itu mendapat kartu merah dan harus meninggalkan lapangan pertandingan. Sriwijaya FC bermain dengan 10 pemain.
Tendangan Bambang Pamungkas berhasil digagalkan Teja Paku Alam. Kemenangan yang nyaris menjadi milik Persija pun kandas. Justru hasilnya menjadi berbalik, Sriwijaya FC berhasil unggul 1 – 0 lewat gol Hilton. (dedi)

RelatedPost