Meski sudah hampir sepekan menggelar sesi latihan untuk persiapan mengikuti Piala Presiden 2015, pelatih Sriwijaya FC mengaku masih terkendala belum lengkapnya pemain yang hadir di Palembang. Hingga Minggu (23/8) tercatat baru 16 pemain yang mengikuti sesi latihan rutin di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang setiap harinya.

Praktis hal tersebut membuat eks pelatih Persija ini belum dapat menggelar sesi game internal dengan komposisi tim yang lengkap. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, manajemen laskar wong kito akhirnya memutuskan untuk menarik kembali dua pemain yang sebelumnya sudah dipinjamkan ke tim Pra PON Sumsel, yaitu Teja Paku Alam dan Hapit Ibrahim.

Dua pemain jebolan SFC U21 tersebut sudah tampak hadir di sesi latihan tim yang digelar Minggu (23/8) sore bersama 16 pemain lainnya. “Sebenarnya status mereka pun masih sebagai pemain SFC dan terikat kontrak. Memang kemarin kita sempat pinjamkan ke tim Pra PON Sumsel karena tenaganya sangat dibutuhkan disana untuk mengejar target lolos ke PON 2016 nanti,” jelas sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi di stadion GSJ usai latihan.

Keduanya pun diakui Achmad Haris juga sudah didaftarkan ke Mahaka Sports and Entertainment selaku penyelenggara Piala Presiden 2015. “Untuk Hapit kemungkinan akan langsung kita bawa ke Malang bersama pemain lainnya, sementara Teja akan kita tinggal di Palembang dan berlatih kembali bersama tim Pra PON Sumsel, namun jika terjadi sesuatu diantara 2 kiper yang ada saat ini yaitu Dian Agus Prasetyo dan Yogi Triana, misalnya terkena cedera atau hukuman akumulasi kartu maka dia akan menyusul berangkat nantinya,” bebernya.

Hapit sendiri mengaku baru dihubungi manajemen SFC pada Minggu (23/8) siang dan dirinya langsung menyusul ke Mess Pertiwi. “Kebetulan hari Minggu saya memang tidak tinggal di Wisma Atlet karena latihan tim Pra PON Sumsel sedang libur, soal panggilan ini saya siap karena memang sebelumnya pun sudah diberitahu bahwa status kami tetap sebagai pemain SFC,” ujar pemain yang menempati posisi sebagai gelandang bertahan ini.

Hal serupa juga dikatakan Teja Paku Alam yang menyerahkan semua keputusan di tangan manajemen SFC. “Sebagai pemain tugas kami adalah berlatih dan bersiap diri jika diminta turun bertanding, saya pribadi tidak mempermasalahkan apakah nanti akan langsung dibawa atau tidak. Tugas di SFC maupun tim Pra PON Sumsel sama pentingnya dan semoga keduanya dapat meraih hasil maksimal nantinya,” ujarnya singkat.