PALEMBANG –  Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyepakati anggaran untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumsel tahun 2018 sebesar Rp318 miliar.

Ketua KPU Sumsel, Aspahani mengatakan, pihaknya sempat mengajukan anggaran Rp440 miliar kepada TAPD Sumsel untuk Pilkada.

“Dengan anggaran yang sudah disepakati, tentu akan ada beberapa sektor yang akan dilakukan penghematan, seperti sektor sosialisasi dan juga bahan kampanye,” ucapnya saat diwawancarai di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (4/8).

Lanjutnya, sektor sosialisasi akan menjadi sektor yang paling merasakan akibat dampak penghematan tersebut. “Kalau yang wajib tidak mungkin di kurangi, seperti honor teman-teman di Adhoc, PPK, PPS, KPPS kemudian juga kebutuhan logistik di TPS itu tentu tidak mungkin kita kurangi,” tambahnya.

Selain sektor sosialisasi, Aspahani menambahkan, sektor lain yang mungkin akan terkena dampak penghematan tersebut yakni bahan kampanye.

“Awalnya bahan kampanye yang akan diperkenalkan sesuai jumlah Kartu Keluarga (KK) yang ada di Sumsel, yakni sekitar 2,5 jutaan. Tetapi karena adanya penghematan paling kita bisa sekitar 25-35 persen saja dari jumlah KK,” terangnya.

Dikatakan juga, pada bulan Oktober mendatang, pihaknya akan membentuk panitia pemilihan tingkat Kecamatan dan juga untuk di tingkat Lurah/Desa yang dikenal dengan PPS, dan di bulan November akan dilantik.

“Untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) kita akan terima pada pertengahan Januari. Untuk pencalonan perseorangan sudah bisa mulai bulan Desember dan resminya penetapan calon bulan Februari tahun 2018,” pungkasnya.(dil)

Artikel Terkait