PALEMBANG — Memasuki Tahun ketiga, BPJS Kesehatan terus meningkatkan kinerja yang semakin positif untuk mencapai cakupan semesta (universal health coverage/UHC) jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Direktur Utama BPKS Kesehatan, Fachmi Idris saat menghadiri Rapat Arahan Strategis Nasional tahun 2017 BPJS Kesehatan di hotel Aryaduta, Rabu (25/01) mengatakan, hingga 13 Januari 2017, jumlah peserta JKN – KIS sudah mencapai 172.620.269 juta jiwa.

BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan kurang lebih 26.337 Fasilitas Kesehatan baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Fasilitas Rujukan Tingkat Lanjutan yang tersebar diseluruh Indonesia.

Dijelaskan Fachmi Idris, untuk meningkatkan kinerja kedepannya ada tiga fokus utama yang menjadi landasan dalam menyusun arah dan kebijakan yang akan dijalankan BPJS Kesehatan tahun 2017.

“Fokus pertama yakni keberlangsungan finansial, dengan peningkatan rekrutmen peserta potensial dan meminimalkan adverse selction, seperti kemudahan pembayaran, efektifitas pengelolaan dana operasional serta optimalisasi kendlau mutu dan biaya,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Idris, Fokus kedua adalah kepuasan peserta yang dilakukan perbaikan sistem pelayanan online untuk seluruh peserta serta kemudahan penanganan keluhan pelanggan dan akses informasi peserta.

Sementara fokus terakhir yaitu menuju cakupan semesta yang dilakukan dengan cara percepatan rekrutmen peserta, mobilisasi peran strategis kelembagaan pemerintah dan non pemerintah untuk menggerakkan kesadaran masyarakat agar memiliki jaminan kesehatan.

“Tidak mudag memang menjalankan amanah mulia ini, namun kami yakin dengan dukungan dari para stakeholder serta kerja keras seluruh duta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia, pencapaian target kelembagaan ini dapat berhasil diraih dengan gemilang,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait