JAKARTA- Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir Mawardi Yahya menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi dan Kewaspadaan  Dini Terhadap Potensi dan Dampak Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2019. Bertempat di ruang rapat Nakula, Gd. A Lt. VI Kemenko Polhukam Jl. Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta, Rabu (23/1).
Rakor tersebut  dipimpin Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto. Yang dalam sambutannya memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan para kepala daerah dalam menekan terjadinya bencana alam di Indonesia. Mengingat dampak yang timbul akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu memberikan dampak kerugian yang sangat besar.
“Rakor ini lanjut Menko Polhukam bertujuan untuk mengingatkan kembali dan mencari formasi baru dalam meminimalisir terjadinya  bencana alam khususnya Karhutla,” tegasnya.
Dikatakan, berkaca pada bencana kebakaran hutan dan lahan tahun 2017, pada tahun 2018 titik api jauh lebih banyak. Namun upaya yang dilakukan sebagai antisipasi telah berjalan dengan baik. Dengan menyiapkan personil dan peralatan pemadaman. Serta memberikan sosialisasi secara terpadu pada masyarakat.
“Sedangkan untuk antisipasi penanganan karhutla tahun 2019 dilakukan melalui  penguatan pengendalian karhutla melalui patroli secara rutin dan terpadu, sosialisasi dan pelatihan pemadaman dan penanggulangan kebakaran,” tegas Wiranto.
Sementara Menteri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya memberikan gambaran kondisi hotspot  22 Januari 2019 telah  terjadi kenaikan jumlah hotspot  disejumlah wilayah di Indonesia. Namun jika dibanding dengan tahun 2015 masih terjadi penurunan  secara signifikan jumlah titik api. Dan tidak ada terjadi gangguan asap lintas batas yang menggangu negara tetangga.
“Terima kasih pada para Gubernur yang telah mampu menekan terjadinya Karhutla. Ini membuktikan telah adanya koordinasi dengan baik sesuai dengan intruksi dari Pak Presiden,” tegas Siti Nurbaya.
Pada tahun 2019 lanjut Siti Nurbaya ada sejumlah upaya penguatan yang perlu dilakukan pengendalian Karhutla, mengingat diprediksi iklim cuaca tahun 2019  akan lebih kering. Disamping itu sejumlah agenda besar juga akan dilakukan di Indonesia diantaranya Pileg dan Pilpres.
“Karena itu dia meminta para kepala daerah untuk  siaga dan mengaktifkan kembali Patroli petugas dilapangan. Sembari melakukan sosialisasi,” tandasnya.
Para Gubernur dan Pangdam yang hadir, dikesempatan ini secara bergantian menyampaikan laporan terkini tentang kondisi lahan di daerahnya masing-masing. Seperti halnya Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir Mawardi Yahya menjelaskan, untuk Wilayah Sumsel, pada tahun 2018 lalu, Sumsel dinilai berhasil dalam menekan terjadinya Karhutla. Terlebih saat itu Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games 2019.
“Hannya saja pada tahun 2019 ini perlu ditambah penguatan peralatan pemadaman seperti helikopter. Ini penting untuk ditambah anggarannya,” harap Mawardi Yahya.
Sementara itu Pangdam II Sriwijaya Mayjen Irwan berharap pada Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto selaku pimpinan rakor, untuk mencarikan solusi terbaik di lima Provinsi di bawah kendali Kodam II Sriwijaya yang masyarakatnya rata rata berprofesi sebagai petani.
“Kita telah berupaya memberikan pemahaman pada petani dalam membuka lahan jangan membakar. Disamping itu juga diterapkan sistem skatkanal, namun upaya ini masih butuh solusi yang lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.
Rakoor ini melibatkan para Gubernur, Panglima Kodam, Kapolda, Kepala BMKG dan unsur terkait lainnya. Sedangkan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir Mawardi Yahya didampingi Pangdam II Sriwijaya Mayjen Irwan, Kepala  Dinas Kehutanan Prov. Sumsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Prov. Sumsel, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Prov. Sumsel dan Kabag Humas Pemprov.Sumsel. (ADV)

RelatedPost