OSLO — Pada The Oslo Exchange REDD (Reducing Emissiion from Deforestation and Degradation) Conference – konferesi tentang pertukaran pengalaman dalam berbagai kegiatan penurunan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi – yang berlangsung di Oslo 14 – 15 Juni 2016 dibuka Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg dengan diikuti 500 peserta dari 150 negara.
Salah satu pembicara pada konferensi tersebut adalah Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin yang berbicara bersama Dirjen Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nur Masripatin dan Kepala Badan Restorasi Gambut Indonesia Noer Foead.IMG-20160615-WA0017
Di depan peserta konperensi Alex Noerdin menyampaikan best management practice tentang kemitraan pengelolaan lanskap di Sumatera Selatan atau yang disingkat KELOLA.
Menurut Najib Asmani staf khusus Gubernur Sumsel bidang perubahan iklim dalam keterangan persnya menyebutkan, banyak narasumber lainnya dari beberapa negara menyebutkan kegiatan KELOLA Provinsi Sumatera Selatan merupakan yang pertama secara realita yang telah diimplementasikan.
“Kegiatan tersebut di negara lainnya masih bersifat wacana terbatas pada dokumen atau hanya dalam bentuk proposal yang masih mengharapkan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.
Para peserta yang hadir pada forum tersebut memberikan apresiasi dan pada Gubernur Sumatera Selatan yang telah berani membuat suatu terobosan untuk melakukan kerjasama dengan donor internasioanl dalam upaya mewujudkan pembangunan  pertumbuhan hijau di Sumatera Selatan.
IMG-20160615-WA0016
Menurut Najib Asmani, dalam paparannya Gubernur Alex Noerdin dengan bahasa Ingris yang fasih sesekali menyelipkan humor yang membuat forum semakin semarak
Inisiasi Kemitraan Pengelolaan Lanskap sebelumnya telah dipublikasi AlexNoerdin saat berbicara Forum Bonn Challenge-02 di Bonn Jerman Maret 2015 dan pada Juli 2015 saat dideklarasikan di Jakarta baru dua stakeholder yang mendukungnya yakni APP Sinar Mas dan mitra internasional dari Belanda IDH The Sustainable Trade Initiative.
Pada Mei 2016 kemitraan pengelolaan lanskap tersebut menjadi lebih luas dengan dukungan dari UKCCU dan ZSL dari Inggris, NICFI Norwegia, Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit dan Yayasan Belantara.  “Selanjutnya Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah Bonn Challenge -03 yang direncanakan akan diselenggarakan di Palembang pada akhir Juli 2016,” kata Alex Noerdin di depan peserta dari manca negara tersebut.
IMG-20160615-WA0015
Di sela-sela seminar yang berlangsung dua hari tersebut, Gubernur Sumsel berkesempatan diterima Menteri Lingkungan dan Perubahan Lingkungan Norwegia Vidar Helgesen. Menteri Helgesen mennyatakan, Pemerintah Norwegia akan memberikan terhadap upaya Sumatera Selatan dalam mengembangkan Green Growth.
“Pemerintah Norwegia akan mendukung setiap upaya untuk memitigasi gas rumah kaca dari sektor kehutanan, energi dan transportasi,” kata Vidar Helgesen  yang pada awal Februari 2016 berkunjung ke Indonesia. (juniara/ril)

RelatedPost