PALEMBANG — Pelayanan kesehatan bagi masyarakat merupakan program prioritas pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), oleh karena itu, sebagai pioner program berobat gratis, Sumsel terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sumsel, H. Ishak Mekki saat membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional XIII Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) Periode 2016-2018 di Ballroom Grand Atayasa, Senin (23/01). Dikatakannya, pemprov Sumsel terus melakukan upaya perbaikan pelayanan kesehatan, tidak hanya dengan menambah pembangunan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) namun juga diiringi dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia.

Diakui Ishak, memang saat ini tenaga Farmasi di Sumsel jumlahnya masih sedikit. Namun pemerintah akan menambah kuota tenaga Farmasi agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan disetiap Puskesmas dan Rumah Sakit daerah.

“Tidak tenaga medis seperti Dokter, Perawat juga Bidan, namun juga tenaga Farmasi disetiap Puskesmas akan kita tambah,” kata orang nomor dua di Sumsel ini.

Sementara, Ketua Yayasan Bhakti Pertiwi yang membidangi Sekolah Tinggi Farmasi, Noprizon juga membenarkan bahwa Sumsel memang kekurangan tenaga Farmasi.

Menurut Noprizon, masyarakat selama ini belum terlalu antusias terhadap dunia Farmasi. “Untuk di Puskesmas belum banyak tenaga farmasinya masih kurang apalagi di rumah sakit untuk wilayah kota Palembang,” ungkap dia.

Dijelaskan Noprizon, Pihaknya terus berupaya mencetak Apoteker yang berkualitas supaya bisa memenuhi tenaga Farmasi di Sumsel. “Kita akan menambah tenaga farmasi untuk ditempatkan di puskesmas dan rumah sakit untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” singkatnya. (juniara)

Artikel Terkait