PALEMBANG – Jumlah dokter spesialis anestesi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sangat minim. Data tersebut disampaikan Yusni Puspita Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesilogi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Sumsel.
“Dari 1.360 dokter anestesi yang ada di Indonesia dengan jumlah dokter bedah yang banyak, di Sumsel hanya terdapat 22 dokter anestesi. Mereka tersebar di enam kabupaten dan kota yakni, Palembang, Prabumulih, Lubuklinggau, Muara Enim, Ogan Komering Ilir dan  Musi Banyuasin,” kata Yusni Puspita di sela-sela menghadap Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Griya Agung, Rabu (22/6).
Yusni Puspita menjelaskan, dari jumlah dokter anestesi di Indonesia, 400 dokter anestesi ada di Jakarta. “Di sana banyak rumah sakit swasta dan gajinya juga lebih besar, maka memilih di Jakarta.”
Menurut Yusni Puspita, keberadaan dokter anestesi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat pada praktek klinis ilmu anestesilogi dan terapi intensif dibutuhkan untuk mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan.
Ketua Perdatin Sumsel Yusni Puspita mengungkapkan, dengan keberadaan dokter spesialis anestesi masih sangat minim, kebutuhannya di Sumsel sangat mendesak dan sangat penting.
“Rumah sakit tipe C di daerah yang mempunyai kamar operasi membutuhkan dokter anestesi, dari proses di ruang emergency, kegawatdaruratan serta pelayanan di ruang operasi, ruang radiologi, ruang ICU sangat membutuhkan dokter anestesi,” ujarnya.
Yusni Puspita menjelaskan, dokter anestesi tidak membuka praktik tetapi kerjanya di rumah sakit hampir 24 jam, “Kalau tidak ada dokter anestesi tidak akan jadi operasi, karena dokter bedah, THT, mata, semua butuh dokter anestesi maka dari itu minimal target kita punya satu dokter anestesi di setiap kabupaten dan kota,” katanya.
“Oleh karena itu,” ujar Yusni, “Kita akan mempercepat proses kerja sama dengan rumah sakit daerah, dinas kesehatan dan kementerian kesehatan untuk menempatkan dokter anestesi di kabupaten dan kota, karena selama ini perawat yang menggantikan peran dokter anestesi, padahal peraturannya tidak begitu tetapi dari pada tidak ada?”
Menurut dokter yang juga staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dokter spesialis anestesi saat ini belum banyak diketahui masyarakat umum serta peminatnya juga terbatas. “Dokter anestesi tidak banyak dikenal karena kerjanya di balik layar,” katanya. (juniara)

RelatedPost