PALEMBANG — Seiring perkembangan wilayah dan pertumbuhan perekonomian, volume lalu lintas-pun ikut bertumbuh pesat sehingga menyebabkan terjadinya permasalahan kemacetan dimana-mana. Untuk itu pemerintah provinsi Sumatera Selatan (pemprov Sumsel) terus menggiatkan pembangunan infrastruktur di Sumsel guna memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi masyarakat.

Gubernur Sumsel yang diwakili oleh staf ahli bidang ekonomi dan keuangan melalukan penandatanganan kontrak bersama paket pembangunan fly over Keramasan multi years contract (MYC) dan paket pembangunan fly over Simpang bandara -Tanjung api-api bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat republik Indonesia (PUPR RI) di hotel Novotel, Jumat (29/7).

Kepala Balai besar pelaksanaan jalan IIIA Thomas Setia Budi mengatakan,
Rencana pembangunan dua jembatan tersebut diharapkan mampu melayani masyarakat. “Ditargetkan 2017 akhir selesai, kita tidak ada masalah dengan LRT , kami juga mohon bantuan kepada Dandim, Kapolres untuk membantu kami paling tidak memberikan dukungan moril,” harapnya.

Sementara itu, Staf ahli Gubernur Sumsel bidang ekonomi dan keuangan menyampaikan pembangunan dua jembatan ini guna memperlancar jalannya transportasi di Sumsel dan dapat mengatasi kemacetan.
“Maksud pembangunan jembatan ini adalah tujuannya untuk megurangi kemacetan di Sumsel. Diharapkan dengan kedua pembangunan ini dapat memeberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat, semoga seluru jajaran dapat mendukung pelaksanaan ini,” ujarnya.

Menurut data yang diberikan Kementerian PUPR, masa pelaksanaan pembangunan fly over Simpang bandara – Tanjung api-api dengan nilai kontrak Rp. 159. 515. 114.000 dan fly Over Keramasan yang nilai kontraknya Rp. 220. 848. 839. 000 Ditargetkan berlangsung selama 610 hari terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak, sedangkan untuk masa pemeliharaan setelah pembangunan sekitar 1.095 hari. Sedangkan untuk sumber dana berasal dari SBSN tahun anggaran 2016-2018, proyek fly over tersebut. (juniara)

RelatedPost