Skuad Sriwijaya FC menyebut sudah siap dan tidak gentar bertemu tim manapun meski belum mengetahui lawan yang akan dihadapi di babak 8 besar turnamen Piala Presiden nanti. Pelatih laskar wong kito, Rahmad Darmawan sendiri terus menegaskan bahwa pihaknya enggan berpikir terlalu jauh dan hanya fokus mengasah kemampuan anak asuhnya.

“Setiap tim yang lolos tentu punya kemampuan yang baik dibanding yang sudah dihadapi di babak penyisihan lalu. Tetapi karna ini masih masa persiapan maka kami harus siap bertemu siapapun, termasuk juga Madura United, Bali United atau tim unggulan lainnya,” ujarnya saat ditemui usai sesi latihan, Selasa (30/1) sore di lapangan atletik Jakabaring Sport City.

Bila benar nantinya SFC akan bertemu Madura United maka akan menghasilkan laga yang sarat emosional. Pasalnya partai ini akan diwarnai sejumlah bumbu panas persaingan kedua tim selama ini.

Di awal tahun ini, Madura United sendiri gagal melanjutkan pembajakan pemain seperti yang sudah dilakukan musim sebelumnya saat memboyong Fahrudin Ariyanto. Meski sempat mengklaim akan kembali mendatangkan 2 pemain asal SFC, namun rencana MU tersebut akhirnya sia-sia.

Marco Meraudje tetap memilih setia membela panji klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini dan Hamka Hamzah yang sempat sudah diumumkan resmi bergabung dengan MU akhirnya memutuskan pindah ke Palembang.

Sementara bila bertemu Bali United, tentu akan menjadi pembuktian kepantasan status kedua pelatih. WCP yang mulai meroket namanya saat menukangi SFC 2 musim lalu akan menjadi lawan berat RD yang jauh lebih senior. Adu strategi akan terjadi diantara 2 pelatih terbaik di negeri ini.

RD sendiri menyebut dirinya saat ini terus mematangkan strategi dan pola pakem SFC yang akan dipakai nantinya. Diakuinya, ada beberapa simulasi strategi yang sudah dipersiapkannya dan sesuai dengan kedalaman skuad pemain yang ada saat ini.

Bila banyak klub masih banyak menggunakan pola pakem 4-2-3-1, maka RD cenderung menginginkan Makan Konate dkk bermain ofensif dengan strategi 4-3-3. “Tetapi tentu dengan beberapa variasi, menyesal kedua pemain yang sedikit melebar ke kedua sisi lapangan atau rapat. Tergantung lawan yang akan dihadapi. Namun tentu bukan hanya itu, pola 4-4-2 juga bisa kami mainkan nantinya,” tambahnya.

Artikel Terkait