PALEMBANG — Sampai pekan kelima Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, hasil diraih Sriwijaya FC cukup memuaskan, berada di peringkat kedua klasemen sementara. Dari hasil lima pertandingan anak-anak asuhan Widodo Cahyono Putro mampu meraih sembilan poin hanya selisih satu poin dengan pemuncak klasemen Arema Cronus.
Selama bulan Ramadhan 2016, Sriwijaya FC akan melakoni empat pertandingan. Bagi manajemen Sriwijaya FC empat pertandingan tersebut merupakan laga berat bagi Supardi Nasir dan kawan-kawan.
Pertandingan pertama yang akan dijalani Sriwijaya FC adalah laga tandang melawan Persegres Gresik United, kemudian dilanjutkan laga kandang melawan PSM Makassar di stadion Gelora Sriwijaya. Selanjutnya laga tandang melawan Persija Jakarta dan
Dari catatan kompetisi-kompetisi sebelumnya, saat berlaga di bulan Ramadhan, catatan klub berjuluk Laskar Wong Kito cukup buruk. Terakhir Sriwijaya FC bertanding pada bulan puasa di kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2012/2013, Sriwijaya FC hanya mampu meraih 1 kemenangan dan menderita 2 kali kekalahan dari 4 laga yang dimainkan selama bulan puasa.
Pertandingan pertama melawan Persela Lamongan (11/7/2013), SFC hanya mampu bermain imbang melawan Persela Lamongan walau didukung penuh ribuan suporternya di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Sementara di partai kedua yang kembali dimainkan di depan publik sendiri, Sriwijaya FC bahkan harus menanggung malu setelah menderita kekalahan telak 0-4 dari Persepam Madura United (15/7/2013).
Kemenangan baru datang di laga ketiga saat bertandang ke markas PSPS (22/7/2013) dan gol tunggal Herman Dzumafo sukses membawa SFC meraih kemenangan tipis 1-0 di derby Andalas ini. Namun kekalahan kembali diderita SFC di penghujung bulan puasa saat bertemu Persija Jakarta (27/7/2013) dan SFC harus menyerah dengan skor 0-1.
Pelatih Sriwijaya FC Widodo C Putro enggan terpengaruh dengan catatan buruk tersebut dan lebih memilih fokus menyiapkan diri menghadapi laga melawan Persegres (12/6) d Gresik. “Saya tidak pernah melihat ke belakang dan rekor apapun tidak akan berarti saat kedua tim sudah memasuki lapangan, siapa yang lebih siap dan mau bekerja keras yang akan menjadi pemenangnya,” katanya.
“Kondisi tim saat ini sudah sangat jauh berbeda, anak-anak tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi. Saya gembira karena kekompakan dan kebersamaan tim terus terjaga, setiap hari di sesi latihan semuanya mau bekerja keras dan bersaing menunjukkan yang terbaik. Jadi jika ada yang khawatir karena Sriwijaya FC punya rekor buruk bila bertanding di bulan puasa, maka justru kami yang sekarang sangat terpacu untuk membalikkan anggapan tersebut,” ujarnya. (dedi)

RelatedPost