Sriwijaya FC gagal mengamakan 3 poin di kandang saat menjamu Persipura Jayapura, Sabtu (14/44) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Meski SFC unggal 2 gol pada babak pertama, namun tim mutiara hitam akhirnya bisa bangkit pada babak kedua dan mereka pun berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hingga pertandingan selesai.

Dengan hasil ini Sriwijaya FC harus puas dengan 1 poin dan tertahan di peringkat 8 klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 dengan poin 5 dari 4 pertandingan yang sudah dimainkan. Sementara Persipura masih kokoh di puncak klasemen dengan poin 8 dan belum terkalahkan sejauh ini.

Gol SFC sendiri dicetak oleh Manucechr Dzalilov di menit 11 dan Alberto Goncalves menambah keunggulan di menit 36. Sedangkan dua gol Persipura di babak kedua diborong oleh Marcel Sacramento di menit 62 dan 68.

Pelatih Persipura, Peter Butler mengaku cederanya beberapa pilarnya di laga ini seperti Boas Solossa dan Immanuel Wanggai cukup berpengaruh di laga ini. Selain itu, kualitas pemain asing SFC diakuinya juga memberikan dampak yang berbeda di babak pertama.

“Kami memang berbicara di ruang ganti setelah tertinggal di babak pertama. Saya katakan jika tidak merubah gaya permainan maka bisa saja pertandingan berakhir dengan skor 5-0, tapi saya tidak pernah meragukan kualitas dan daya juang pemain Papua. Saya ingin mereka keluar di  babak kedua, bekerja lebih keras lagi dan hasilnya potensi sesungguhnya bisa mereka keluarkan,” jelasnya.

Sementara itu, asisten pelatih SFC Rasiman menyebut anak asuhnya lengah dan harus kembali dihukum lewat counter attack yang sama seperti laga sebelumnya.

“SFC sebenarnya punya peluang untuk membunuh dan menghabisi laga ini saat punya setidaknya 3 peluang di 15 menit babak pertama. Namun harus diakui pemain muda mereka sangat baik dan dalam kondisi 1 lawan 1 selalu merepotkan,” jelasnya usai pertandingan.

Namun dirinya tetap mensyukuri 1 poin yang diraihnya di laga ini. “Untuk kompetisi ketat seperti sekarang, setiap poin sangatlah berharga. Saat lawan bisa menyamakan kedudukan, tentu kami harus bisa berkonsentrasi dan jangan sampai hasilnya jauh lebih buruk,” bebernya.

Pernyataan ini pun sekaligus untuk menjawab keputusannya menarik keluar Alberto Goncalves di pertengahan babak kedua. Saat ditarik keluar, gestur tubuh Beto memang menunjukkan reaksi kurang puas dengan keputusan tersebut.

“Saya respek dengan pemain yang ingin terus memberikan kontribusi, apa yang ditunjukkan Beto bukan sebuah masalah karena itu berarti dia tidak nyaman saat timnya belum memenangkan pertandingan. Secara naluri dan taktikal tentu strategi yang dipersiapkan untuk meraih kemenangan karena ini di kandang kami.

Namun lebih beresiko jika terlalu menyerang dengan 2 striker karena kecepatan pemain muda Papua sangat bahaya,” pungkasnya.

Artikel Terkait