Sriwijaya FC berhasil membungkam tamunya Persib Bandung dengan skor telak 3-1, Minggu (1/4) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Meski sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama oleh gol Ezechiel N’Douassel, laskar wong kito berbalik unggul setelah Esteban Viscarra, Marco Meraudje dan Manucechr Dzalilov membalikkan keadaan di 45 menit kedua.

Pelatih SFC, Rahmad Darmawan mengaku sempat kaget dengan perubahan strategi yang diusung oleh Persib Bandung di laga ini. “Mereka biasanya dengan pola pakem 4-2-3-1, namun kali ini Persib turun dengan taktik lebih ofensif 4-4-2, perubahan ini membuat mereka seperti sangat mudah memberikan bola bagi target man-nya. Pemain saya juga sama seperti di laga perdana, tidak bermain lepas di babak pertama,” ujarnya usai pertandingan.

Selain itu, eks pelatih timnas Indonesia mencatat Adam Alis dkk banyak membuat pelanggaran yang tidak perlu di babak pertama. “Saya mencatat setidaknya ada 5 kali mereka melanggar lawan dan seharusnya tidak perlu terjadi. Hal ini membuat kami hilang momen dan Persib mampu memanfaatkan situasi,” bebernya.

Pujian juga diberikan RD kepada Marco Meraudje yang disebutnya mampu menunjukkan mentalitas yang luar biasa di laga ini. “Saya harus memberikan apresiasi kepada Marco, tidak mudah bermain denga situasi hati yang tengah gamang. Sore tadi neneknya meninggal dan setelah ini dia saya berikan izin untuk pulang ke Jayapura menghadiri pemakaman, yang jelas golnya tadi menjadi salah satu kunci kemenangan SFC,” tambahnya.

Sementara itu, asisten pelatih Persib Bandung Fernando Soler mengaku cukup kecewa dengan kekalahan ini. “Kami kembali hilang fokus, sama seperi pertandingan sebelumnya. Hanya 5 menit mereka meruntuhkan kemenangan di babak pertama,” keluhnya usai pertandingan.

Soler menyebut anak asuhnya sudah menunjukkan performa menjanjikan di babak pertama. “Tetapi mereka lagi dan lagi kehilangan konsentrasi, saya seperti tidak percaya dalam 5 menit mereka bisa membalikkan keadaan dengan langsung bikin 2 gol, sementara gol terakhir mereka sudah membunuh kami,” tambahnya.

Usai laga ini, Soler sendiri mengaku akan langsung berkomunikasi dengan Mario Gomes yang disebutnya sudah dalam perjalanan kembali ke Indonesia. “Coach Gomes sudah di pesawat, saya sudah buat laporan soal apa yang terjadi malam ini. Namun memang penurunan permainan di babak kedua sama seperti laga sebelumnya, apakah nanti akan kita manfaatkan jasa psikolog bisa jadi dipertimbangkan,” pungkasnya.

Artikel Terkait