Sempat dibayangi eksodus besar-besaran pemain pasca mundurnya sang manajer Robert Heri, kini Sriwijaya FC dapat bernapas lega dengan kepastian bertahannya pilar tim seperti Asri Akbar, Ferdinan Sinaga, Patrich Wanggai dan kapten Titus Bonai. Salah satu penyebab bertahannya mayoritas skuad laskar wong kito adalah kepastian kontrak dan naiknya gaji para pemain untuk turnamen Piala Jenderal Sudirman mendatang.

Jika sebelumnya saat turnamen Piala Presiden para pemain hanya memperoleh gaji sebesar 25 persen, maka selama 3 bulan kedepan Asri Akbar cs dipastikan mendapat tambahan gaji. Meski para pemain enggan menyebutkan besaran kenaikan gaji, namun diperkirakan kini punggawa SFC mengantongi 45 persen gaji.

“Yang pasti ada kenaikan, sebagai pemain tentu kami bersyukur dengan kebijakan manajemen ini dan bertambah semangat. Apalagi di tengah situasi sepakbola yang masih berpolemik di tanah air, musim tarkam pun akan segera berakhir dengan masuknya musim penghujan. Jika di Piala Presiden lalu Cuma jadi finalis, kedepan kami mengincar gelar juara,” jelas Fathulrahman, bek kiri SFC.

Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) sendiiri juga sudah memberikan penjelasan bahwa hanya Persipura Jayapura, Mitra Kukar, dan Sriwijaya FC sebagai peserta Piala Jenderal Sudirman yang sudah memberikan kontrak kepada pemain. Klub-klub lainnya pun diimbau oleh APPI untuk mengambil langkah serupa.

Organisasi pemain profesional di Indonesia yang mendapat pengakuan dari FIFA ini telah mengirimkan permohonan kepada Mahaka Sports and Entertainment untuk menetapkan standar minimum kontrak. Sebab, mengacu pada Piala Presiden, peserta turnamen hanya menerapkan kontrak per pertandingan untuk pemain

Sebelum Piala Sudirman dimulai pada 14 November 2015, APPI juga sudah membahas sistem kontrak yang diaplikasikan klub-klub peserta. Namun, mereka cuma menemukan tiga klub yang sudah mengikat pemainnya dengan kontrak hingga turnamen berakhir pada Januari 2016.

“APPI memberikan apresiasi kepada klub-klub yang telah memberikan dan menandatangani kontrak dengan para pemainnya. Menurut informasi yang kami dapatkan sampai Jumat (6/11/2015), mereka adalah Persipura Jayapura, Mitra Kukar, dan Sriwijaya FC,” bunyi pernyataan APPI.

“Kami berharap agar klub-klub peserta Piala Jenderal Sudirman lainnya mengikuti langkah tersebut. Sebab, kontrak merupakan sesuatu yang penting bagi pemain dan klub untuk melindungi hak dan kepentingan masing-masing,” lanjut pernyataan tersebut.

Manajer SFC, Nasrun Umar saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya memang sangat berhati-hati dan mengikuti semua ketetapan yang ditentukan saat memberikan kontrak kepada pemain. “SFC adalah klub besar di Indonesia dan punya reputasi baik selama ini. Karena itu saya sangat menekankan agar dalam hal apapun, termasuk kontrak pemain agar mengikuti semua aturan yang sudah ada,” ungkapnya usai menyaksikan laga uji coba melawan PS Unsri, Minggu (8/11) di stadion GSJ.