PALEMBANG — Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan harus memutar otak ekstra keras saat mempersiapkan timnya melawat ke kandang Bhayangkara FC, Minggu (20/8) sore di stadion Patriot Bekasi dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 2017. Pasalnya di laga pekan 21 ini laskar wong kito besar kemungkinan tidak akan diperkuat oleh salah satu pemain andalannya yakni Yanto Basna.

Pilar di lini belakang SFC ini memang sudah beberapa hari meninggalkan Palembang dan pulang ke Jayapura dikarenakan urusan keluarga. Hartono pun menyebut pihaknya sudah menyiapkan skenario cadangan bila nantinya memang tetap tidak dapat memainkan eks pemain timnas Indonesia di Piala AFF tahun lalu ini.

“Posisi stopper memang agak mengkhawatirkan, karena saat ini kita hanya punya 1 pemain yang benar-benar bugar. Bobby Satria masih dalam pemulihan cedera, kemudian Bio Paulin dan M Robby juga belum siap 100 persen, sedangkan Achmad Faris tadi agak sedikit tertarik, jadi tinggal Dominggus Fakdawer saja yang fit,” ungkap Hartono saat ditemui usai sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Kamis (17/8) sore.

Dalam beberapa sesi latihan terakhir, dirinya sendiri memang sudah menyiapkan duet Domingus Fakdawer dan Achmad Faris di jantung pertahanan SFC. Dua rekrutan di putaran kedua ini dinilai kondisinya paling mumpuni di pertandingan melawan Bhayangkara FC nanti. “Tetapi kita tetap akan menyiapkan 1 pemain lainnya untuk berjaga-jaga, dalam kondisi darurat Indra Permana pun bisa mengisi posisi tersebut,” jelasnya.

Pelatih asal Solo ini menyebut bahwa lini belakang SFC belakangan mulai menunjukkan performa yang meningkat dan terbukti mampu mencatat clean sheet di 3 pertandingan terakhir. “Saya berharap hal ini bisa terus ditingkatkan, tetapi lawan yang akan dihadapi nanti semakin berat. Selain itu pemain belakang juga tidak sekedar hanya bertahan saja, namun juga mampu memulai serangan, mereka juga mesti memahami hal tersebut,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, sekretaris tim SFC Achmad Haris membenarkan bahwa Yanto Basna mengajukan izin pulang ke Papua untuk sementara waktu. “Namun tanggal 18 Agustus dia sudah kembali bergabung bersama tim, kemarind dia mengajukan izin karena ada urusan keluarga yang sangat penting dan tidak bisa diwakilkan,” ujarnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait