PALEMBANG — Sikap manajemen Bali United yang sudah secara resmi memperkenalkan Ngurah Nanak sebagai pemain anyar untuk musim kompetisi 2017 mendapat kecaman dari Sriwijaya FC. Manajemen laskar wong kito menilai sikap Bali United tersebut sebagai tindakan yang tidak beretika.

Hal ini dikarenakan Ngurah Nanak disebut manajemen SFC masih memiliki kontrak hingga bulan Maret mendatang. Sekretaris SFC, Ahmad Haris pun bingung terkait kondisi ini mengingat Bali United disebut banyak pihak sebagai klub profesional dan punya pelatih yang juga dianggap paham aturan transfer pemain.

“Tidak ada manajemen Bali United yang menghubungi sebelumnya. Pemain bersangkutan kontak kita pada hari H dan tidak menyebut sudah bersepakat dengan klub lain,” ungkapnya saat dihubungi Kamis (12/11) sore.

Menurutnya, pihak SFC tidak pernah melarang atau menghalangi pemain dalam menentukan masa depannya di lapangan hijau. “Namun tentu sang pemain atau klub lain harus menghormati kontrak yang sudah disepakati di awal tahun 2016 dulu,” tegasnya.

“Selama ini SFC memang tak mau gembar-gembor karena memegang teguh etika transfer pemain. Kita ingin kedua belah pihak, tim dan pemain saling menghormati,” katanya.

Apa yang menjadi keputusan Nanak tentu akan mengandung konsekuensinya.
Haris kembali menegaskan, bahwa hampir seluruh pemain, termasuk Nanak masih memiliki kontrak bersama SFC hingga Maret mendatang.

“Saat ini kami bersama manajemen tengah rapat, namun pasti ada konsekuensi karena semua sudah diatur di kontrak dan mereka pun sudah mengetahuinya,” tegasnya. (dedi)

Artikel Terkait