Banyaknya perubahan terkait regulasi Piala Presiden 2015 mendapat perhatian dari manajemen Sriwijaya FC. Perubahan tersebut diakui manajemen PT SOM sangat membingungkan klub peserta dan seharusnya Mahaka Spors and Entertainment berlaku tegas terhadap aturan yang sudah dikeluarkan selama ini.

Kegusaran manajemen laskar wong kito pun semakin memuncak saat mengetahui kebijakan terkait regulasi peminjaman pemain dan syarat administrasi bagi pemain asing di turnamen yang menjanjikan hadiah cukup menggiurkan ini. Sejauh ini kebijakan panpel terkait masalah tersebut sudah beberapa kali mengalami perubahan.

Awalnya, Mahaka Sports and Entertainment memberlakukan pemain asing wajib memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan pemain lokal yang akan dipinjam harus menyertakan surat keterangan dari klub asalnya. Namun pada Sabtu (29/8) Mahaka merevisi kebijakan tersebut dan menyatakan bahwa pemain asing tidak perlu punya KITAS karena masa kerjanya kurang dari 6 bulan, sementara Piala Presiden bersifat turnamen yang digelar hanya 1 bulan.

Selain itu, Mahaka juga mengubah peraturannya terkait surat izin pinjam terhadap pemain oleh klub lamanya. Mahaka memutuskan surat itu tidak diperlukan lagi apabila klub lamanya tidak termasuk tim Piala Presiden. Terkait hal ini, sekretaris PT SOM Faisal Mursyid mengaku bahwa hal tersebut memang sempat menjadi pembahasan sengit saat manager meeting Piala Presiden.

“Karena banyak protes dari klub peserta, maka kebijakan tersebut dibatalkan dan dikembalikan seperti awal saat manager meeting lalu saat tanggal 27 Agustus,” jelasnya. Namun belakangan SFC kembali dibuat geram saat mengetahui bahwa regulasi ini seperti terus berubah dan kini Boas Solossa dikabarkan telah berseragam Pusamania Borneo.

“SFC adalah klub yang sangat mematuhi aturan yang ada, saat proses peminjaman pemain kami mengikuti semua regulasi yang dikeluarkan Mahaka. Karena itu meski sudah mengantongi kesepakatan lisan dengan sejumlah pemain, tapi karena tidak ada surat dari klub asalnya, maka kami memutuskan membatalkannya. Begitu pun saat ada pemain SFC yang hindak dipinjam klub lain, maka kami pun tidak menghalangi dan cepat memberikan surat yang dibutuhkan,” ujar sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi Minggu (30/8) sore.

Meski mengaku kecewa, pihaknya sendiri menyatakan masih akan memantau perkembangan terakhir sebelum mengambil tindakan. “Ada yang menyarankan agar menarik diri dari turnamen ini jika penyelenggara terus mengubah kebijakan dan aturan yang sudah ditetapkan. Tapi kami belum berpikir sejauh otu dan tetap berharap penyelenggaraan Piala Presiden ini dapat berjalan lancar, apalagi sudah cukup lama sepakbola kita mati suri,” pungkasnya.