Usai pertandingan Sriwijaya FC melawan Persija Jakarta, Rabu (25/11) malam di stadion Kanjuruhan Malang, nada kecewa terhadap kepemimpinan wasit Iwan Sukuco disampaikan oleh manajer laskar wong kito, Nasrun Umar. Beberapa keputusan Iwan Sukuco selama pertandingan dianggap merugikan Tibo dkk.

Selain itu, pemilihan Iwan yang sebelumnya juga bertugas meminpin laga Persija melawan PBR juga dipertanyakan oleh Nasrun Umar. “Rasanya agak janggal jika seorang wasit memimpin pertandingan sebuah klub secara 2 kali berturut-turut,” keluhnya.Usai pertandingan Sriwijaya FC melawan Persija Jakarta, Rabu (25/11) malam di stadion Kanjuruhan Malang, nada kecewa terhadap kepemimpinan wasit Iwan Sukuco disampaikan oleh manajer laskar wong kito, Nasrun Umar. Beberapa keputusan Iwan Sukuco selama pertandingan dianggap merugikan Tibo dkk.
Selain itu, pemilihan Iwan yang sebelumnya juga bertugas meminpin laga Persija melawan PBR juga dipertanyakan oleh Nasrun Umar. “Rasanya agak janggal jika seorang wasit memimpin pertandingan sebuah klub secara 2 kali berturut-turut,” keluhnya.

Apalagi dalam pandangannya, sepanjang laga Iwan Sukuco banyak membuat keputusan yang merugikan timnya. “Pemain kami beberapa dilanggar dan didiamkan di babak pertama, namun hal yang berbeda bila untuk tim lawan. Surat protes tertulis sudah kami layangkan dan kedepan pihak penyelenggara harus mengkaji ulang memakai wasit yang bersangkutan. Apalagi keluhan sama sudah disampaikan tim lain, di Piala Presiden lalu, Iwan Sukuco juga memiliki track record yang kurang baik dan sempat mendapat peringatan keras,” tegasnya.

Usai pertandingan, wakil kapten SFC Ferdinan Sinaga sendiri sempat juga memprotes wasit yang dianggapnya terlalu cepat meniup peliutnya.

Sebelumnya, pelatih Persipasi Bandung Raya (PBR), Pieter Huistra, mengkritisi soal penugasan perangkat pertandingan (PP) di turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS). Dia menyoroti soal penugasan PP yang hampir sama pada dua laga yang dilakoni timnya melawan Arema Cronus dan Persija Jakarta di turnamen itu.

Saat melawan Arema, PP yang bertugas adalah Adi Riyanto (wasit), Maryono dan Beny Andrico (asisten wasit), serta Agus Fauzan (wasit cadangan). Sementara saat melawan Persija yang bertugas adalah Iwan Sukoco (wasit), Beny Andrico dan Maryono (asisten wasit), dan Adi Riyanto (wasit cadangan).

“Saya heran perangkat pertandingan hampir sama saat kami melawan Arema dan kini Persija. Saya pikir ini tidak bagus untuk tim itu sendiri, harus ada perubahan,” terang Huistra.

“Saya tidak akan protes, tetapi dalam aturan semuanya pasti tahu jika penempatan perangkat pertandingan yang sama tidak baik untuk pertandingan di kompetisi. Semua tahu itu,” tambahnya.