Rencana PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Indonesian Super League (ISL) untuk merubah konsep jadwal pertandingan disambut dingin manajemen Sriwijaya FC. Menurut sekretaris tim laskar wong kito, Achmad Haris perubahan konsep jadwal pertandingan harus dipikirkan lebih matang karena akan sangat merugikan pihak klub dan juga pemain.

“Saat ini lebih baik kita terlebih dulu berkonsentrasi agar kompetisi bisa bergulir lagi secara normal, karena baru saja PSSI mengeluarkan rencana menggulirkan kembali ISL sudah ada pihak lain yang menentangnya. SFC sendiri melihat wacana perubahan sistem penjadwalan pertandingan tersebut harus dikaji lagi, konsep klub yang harus bertanding sekali di kandang dan tandang juga apakah cocok dengan karakteristik serta luasnya geografis di Indonesia,” ujar sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Rabu (5/8).

Menurutnya, saat ini konsep yang sudah dilaksanakan PT Liga dengan sistem pasangan juga sudah cukup baik. “Jadi artinya saat SFC bertanding ke Surabaya juga dapat meneruskan pertandingan melawan klub seperti Persela Lamongan atau Gresik United yang lokasinya tidak terlalu jauh dan bisa menghemat waktu,” jelasnya.

Selain penghematan waktu, klub juga dapat menekan biaya operasional yang saat ini masih menjadi salah satu sektor pengeluaran terbesar. “Bayangkan jika harus kembali dulu ke Palembang, tentu akan sangat menambah beban tim. Dan rasanya klub di luar negeri juga tidak sepenuhnya menerapkan aturan 1 laga kandang dan tandang,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, luasnya geografis di Indonesia juga menurutnya menjadi salah satu faktor yang dapat membuat pemain merasa kelelahan selama di perjalanan. “Pemain juga pasti akan merasa capek jika harus bolak-balik, apalagi penerbangan di Indonesia terkadang ada penyesuaian jadwal. Jadi kami pikir rencana tersebut harus dikaji terlebih dulu, tidak usah tergesa-gesa dan jangan dipaksakan jika memang klub belum siap,” tegasnya.