Sriwijaya FC akhirnya harus tersisih di turnamen Piala Jenderal Sudirman setelah hanya meraih kemenangan melalui babak adu penalti saat bertemu Persipasi Bandung Raya, Sabtu (28/11) di stadion Kanjuruhan Malang.

Dengan hasil ini, laskar wong kito hanya berhasil meraih poin 2 dan menempati peringkat 3 klasemen grup A denga total poin akhir 5. Jumlah tersebut sendiri tidak cukup untuk membawa SFC lolos ke babak 8 besar lewat jatah 2 peringkat 3 terbaik. Pasalnya di grup lain yang dimainkan di Surabaya dan Bali, kedua peringkat 3 sama-sama sudah mengantongi poin 6.

Asisten pelatih SFC Hendri Susilo usai pertandingan mengaku Ferdinan Sinaga dkk terlambat panas di laga ini. “Selain itu, kami juga sempat kesulitan keluar dari pressing ketat pemain PBR, sehingga lambat menemukan ritme permainan,” ujarnya usai pertandingan.

Terkait aktifitas pemain usai dipastikan tersingkir di turnamen ini, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan jajaran manajemen SFC terlebih dulu. “Kalau ditanya soal turnamen ini, saya jawab lumayan daripada pelaku sepakbola di tanah air menganggur. Rasanya juga seluruh tim yang ikut serta di turnamen ini juga tidak siap, semuanya serba mendadak dan rata-rata hanya menggelar persiapan selama 2-3 minggu,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih PBR Pieter Huista mengaku skuadnya kalah pengalaman di laga ini. “Babak pertama kami mendominasi pertandingan dan mencatat sejumlah peluang, namun hanya 1 gol yang tercipta,” ungkap pelatih asal Belanda ini.

Kalahnya jam terbang juga diakuinya sebagai penyebab Kim Jefrey dkk gagal mempertahankan kemenangan. “Mereka lengah, sehingga SFC yang punya pemain lebih berpengalaman mampu memanfaatkannya. Meski singkat, namun saya menikmati melatih di PBR ini,” tegasnya.

Dalam laga ini, pelatih Beny Dollo kembali merombak susunan starting eleven SFC. Dua pemain dari tim Pra PON Sumsel yang bergabung paling akhir di turnamen PJS ini yakni Hapit Ibrahim dan Zalnando dimainkan sejak menit awal menggantikan Titus Bonai dan Achmad Hisyam Tolle.
Tibo yang juga merupakan kapten pertama SFC bahkan tidak masuk dalam line up karena pemulihan sakit.

Pertandingan sendiri berlangsung dalam tempo sedang dan kedua tim saling menciptakan peluang.
Penyerang SFC Osas Saha sempat dua kali memiliki peluang emas saat berhasil melewati penjaga gawang PBR Firmansyah, namun sontekannya berhasil diselamatkan pemain belakang PBR lainnya.

Water break kembali menjadi petaka SFC di turnamen PJS setelah PBR mampu unggul terlebih dulu lewat gol yang dicetak Gavin Kwan Asdit di menit
Skor 1-0 pun menutup 45 menit babak pertama untuk keunggulan skuad The Boys Are Back.

Mengawali babak kedua, SFC kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Rizky Dwi Ramadhana yang menggantikan Hapit Ibrahim dan Fathulrahman yang mengisi posisi Zalnando. Namun gol balasan untuk SFC baru tercipta melalui tendangan Yohanis Nabar di menit 72.

Meski kedua kesebelasan terus berusaha mencetak gol tambahan, namun hingga wasit Agus Fauzan meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah dan tetap sama kuat 1-1. Di babak adu penalti, Dian Agus Prasetyo tampil sebagai pahlawan untuk SFC setelah berhasil menepis 2 tendangan pemain PBR, sementara di kubu SFC hanya Wildansyah yang gagal sehingga skor akhir 4-3 untuk kemenangan laskar wong kito.