PALEMBANG — Sriwijaya FC gagal mewujudkan target mengamankan poin penuh di kandang setelah ditahan imbang tanpa gol saat menjamu Semen Padang, Jumat (11/8) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Dengan hasil ini, laskar wong kito hanya mampu naik 1 trip ke posisi 11 di klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 25 dan skor imbang keempat kali secara beruntun saat bermain di depan publik sendiri.

Pelatih SFC, Hartono Ruslan mengaku anak asuhnya tidak dinaungi keberuntungan di derby Sumatera ini. “Jika bermain di kandang, seri sama saja dengan kalah dan tentu kami sangat kecewa dengan hasil ini, apalagi sepanjang pertandingan SFC sangat unggul di penguasaan bola,” ungkap pelatih asal Solo ini usai pertandingan.

Menurutnya, buruknya penyelesaian akhir di lini depan membuat 3 poin yang dicanangkan sebelumnya harus terbuang percuma. “Secara permainan, mereka sudah sangat bagus. Tetapi saat di depan gawang seperti tidak tenang menyelesaikan peluang yang tercipta,” keluhnya.

Hartono pun mengaku perubahan yang dilakukannya di laga ini dengan memasukkan Slamet Budiono tidak berjalan baik. “Dia tidak bermain buruk, namun karena sudah lama tidak turun maka terlihat seperti bingung di lapangan. saya turunkan karena Budi punya kecepatan dan drible yang baik. Selain itu, sebentar lagi regulasi pemain U22 akan segera diterapkan kembali, tentu saya harus mempersiapkannya sebaik mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih Semen Padang Nil Maizar mengaku sangat bersyukur anak asuhnya bisa mencuri poin di kandang lawan. “Pemain kami berjuang luar biasa serlama 90 menit. Kunci keberhasilan malam ini karena mereka fokus dan sabar, selama ini banyak gol yang bersarang ke gawang kami karena faktor tersebut, laga ini sangat berat apalagi SFC juga bermain bagus dengan mengurung kami sepanjang pertandingan,” bebernya.

Terkait keputusannya menarik keluar Hamdi Ramdan saat pertandingan baru berjalan selama 30 menit, Nil menyebut bahwa hal ini sebagai bagian dari strategi yang diterapkannya. “Hamdi bermain bukan di posisi idealnya, tentu saya tidak mungkin terus memaksakannya. Soal Muchlis Hadi Ning, dia baru bergabung sehari dan belum mengikuti sesi latihan, rasanya tidak mungkin memainkannya dan secara etika juga tidak bagus,” tambahnya.

Jalannya Pertandingan

Sriwijaya FC langsung mengurung pertahanan tim tamu sejak kick off dimulai. Di menit 13, laskar wong kito langsung mendapatkan peluang melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Yu Hyun Koo. Namun sepakannya masih belum menemui sasaran dan melebar ke luar gawang.

Praktis sepanjang babak pertama ini penguasaan bola nyaris dikuasai sepenuhnya oleh anak asuh Hartono Ruslan dan Semen Padang hanya sesekali menyerang melalui seraangan balik dari kedua sisi sayap. Kondisi ini pun membuat Nil Maizar menarik keluar Hamdi Ramdan di menit 31 dan menggantinya dengan Koo Jae Sung guna memperkuat lini tengah Kabau Sirah.

Tidak lama berselang, SFC mendapat peluang emas melalui kerjasama apik duo Brasil, Alberto Gincalves dan Hilton Moreira. Namun meski sudah berhadapan satu lawan satu dengan Jandia Eka Putra, penjaga gawang Semen Padang, tendangan Hilton belum mampu menembus gawang lawan dan berhasil diselamatkan dengan apik oleh Jandia. Skor imbang tanpa gol sendiri menutup 45 menit babak pertama.

Di awal babak kedua, SFC langsung melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Dominggus Fakdawer dan menarik keluar Bobby Satria. SFC sendiri sempat mencetak gol melalui sundulan Ichsan Kurniawan di menit 55, namun hakim garis menganulir gol ini karena menganggap pemain muda SFC ini telah berada dalam posisi offside.

Tidak ingin mengendurkan daya serang, SFC kembali memasukkan darah segar dengan mengganti Slamet Budiono dan memainkan Yohanis Nabar. Pemain asal Papua ini bahkan mendapat 1 peluang emas di penghujung pertandingan, namun sepakannya kembali berhasil digagalkan oleh Jandia Eka Putra. Skor imbang pun kembali menghiasi pertemuan dua tim asal Sumatera ini di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017. (dedi)

Artikel Terkait