Munculnya pemberitaan yang menyebut bahwa pemain Sriwijaya FC Ferdinan Sinaga dan manajer Nasrun Umar akan dinonaktifkan serta dilarang di sisa turnamen Piala Jenderal Sudirman mendapat tanggapan dari manajemen PT SOM selaku pengelola laskar wong kito. Menurut sekretaris PT SOM Faisal Mursyid, pihaknya sejauh ini belum mendapat surat pemberitahuan mengenai hal tersebut dari Mahaka Sports and Entertainment selaku penyelenggara turnamen PJS.

“Kita belum mendapat kabar resmi dari Mahaka, baik berupa surat pemberitahuan atau lainnya terkait kabar tersebut,” ujar Faisal saat dihubungi Jumat (27/11) sore. Dirinya pun berharap seluruh pihak dapat melihat permasalahan ini secara imbang. “Manajemen SFC berharap semua pihak dapat jernih menilai masalah ini, disaat Patrich Wanggai mendapat kartu merah justru manajer kita yang berusaha menenangkan situasi,” jelasnya.

Menurutnya, selama Piala Presiden lalu, SFC pun mengikuti semua regulasi yang dikeluarkan oleh panpel dan terbukti dengan penghargaan fair play seusai partai final. “Kita selalu ikuti aturan main, salah satu buktinya adalah kita ikhlas dipindahkan di Solo saat partai semifinal Piala Presiden sesuai dengan keputusan panpel yang mencari lokasi pertandingan alternatif,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mematuhi keputusan wasit selama pertandingan berlangsung. “Saat kalah di final,SFC terima dengan sportif karena memang sesuai dengan law of the game dan fair play. Jadi semua itu pasti ada sebab akibat,” pungkasnya.