PALEMBANG — Setelah berjalan 4 hari, jumlah pemain yang mengikuti sesi latihan Sriwijaya FC terus bertambah. Seperti terlihat di 2 sesi latihan yang digelar Jumat (20/1), jumlah pemain yang mengikuti latihan telah mencapai 18 orang dan diyakini akan terus bertambah.

Terakhir, pemain yang baru bergabung adalah duo Papua yakni Mariando dan Anis Nabar, TA Mushafry serta penyerang Airlangga Sucipto . Ketiganya sudah menjalani latihan bersama 14 pemain lainnya yang sudah lebih dulu hadir sejak Selasa (17/1) kemarin.

Sekretaris tim SFC, Ahmad Haris menyebut bahwa keempatnya memang merupakan pemain yang diproyeksikan untuk menjadi bagian skuad laskar wong kito untuk musim kompetisi 2017. “Kita masih menunggu beberapa pemain lainnya hingga akhir pekan ini dan ditargetkan sebelum akhir Januari semuanya sudah berkumpul di Palembang,” jelasnya saat ditemui di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Jumat (20/1) sore.

Pelatih SFC Widodo C Putro sendiri mengaku cukup puas dengan kondisi anak asuhnya sejauh ini. “Meski baru bergabung, namun 4 pemain yang terakhir datang tetap mampu mengikuti semua program yang sudah kita persiapkan sejauh ini. Walau sudah cukup lama libur namun mereka tidak kedodoran fisiknya, tetapi belum mencapai titik yang kita inginkan,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya pun mengaku menerapkan kebijakan latihan yang cukup padat untuk mengejar ketertinggalan dan supaya pemain berada di kondisi idealnya. “Dari sejak menggelar latihan perdana pada Selasa (17/1) kemarin hingga Sabtu (21/1) ada 8 sesi latihan yang kita siapkan. Termasuk 2 hari terakhir dengan insensitas tinggi latihan pagi dan sore, namun Minggu (22/1) tetap akan ada libur penuh buat mereka,” bebernya.

Sementara itu, saat ditemui usai sesi latihan TA Mushafry mengaku memang sedikit terlambat bergabung di sesi latihan SFC. Namun dirinya menyatakan juga sedikit bingung dengan kebijakan baru yang akan diterapkan oleh PSSI yakni pembatasan usia. Menurutnya cara tersebut bisa mematikan karier pemain senior dan seharusnya ada jalan keluar terbaik nantinya.

“Saya pikir klub juga tidak akan asal mengambil pemain senior jika memang kualitasnya tidak baik. Jadi biarkan hukum alam yang menentukan apakah yang bersangkutan masih mampu bersaing di level tertinggi, kalau seperti ini dan mendadak banyak pihak yang dirugikan, baik klub dan terlebih pemain itu sendiri,” jelasnya. (dedi)

Artikel Terkait