PALEMBANG —  Pasca dilarangnya angkitam kota (Angkot) yang melintas diarea pasar sekanak, membuat pasar ini ditinggalkan para pedagangnya karena sepi pembeli.

 

 

 

Setidaknya, ada 197 lapak di pasar yang mulai beranjak dari pasar Sekanak dari 257 lapak pasar yang ada. Kepala pasar sekanak, Burhan Nuddin, mengatakan, faktor penyebabnya pasar Sekanak sepi, karena jaraknya yang dekat dengan pasar 16 ilir, ditambah dengan angkatan tidak boleh melintas di sekitaran pasae Sekanak

 

“Pada tahun 2007 saat angkutan umum masih melewati pasar sekanak, pembeli banyak yang kesini, sekarang sudah tidak boleh lagi lewat, pembeli jadi berkurang,” kata Burhan saat ditemui di pasar sekanak, Kamis (12/1).

 

Dikatakannya, ada 257 lapak pedagang di pasar ini, namun yang aktif ada 63 dan lapak yang kosong ada 197. Menurutnya, pembongkaran kelapa dan beras biasanya selama ini dibongkar di pasar sekanak, untuk sekarang pembongkar banyak sudah pindah,

 

“Ya sejak tahun 2015 banyak pembongkar yang pindah ke Dermaga di Musi Dua. Untuk pembeli juga masih warga sekitar sini,  ada juga warga dari seberang  ulu yang datang untuk membeli, mereka kesini kebanyakkan naik perahu ketek,” bebernya kepada wartawan sumatera deadline.

 

Pada tahun 2012, PD pasar Palembang Jaya pernah mengajak para pedangan di pasar 26 ilir untuk lapak yang kosong di pasar sekanak.

 

“Pernah para pedagang melihat kesini, namun mereka hanya melihat kondisi pasar sekanak, setelah itu kebanyakan dari mereka tidak mau, dengan alasan sepi pembeli dan tidak tahu pasti untuk kedepannya,” tuturnya.

 

Ia berharap, Pemerintah kota (pemkot) Palemban segera ambil tindak untuk pasar sekanak, “Saya hanya bisa berharap agar pemerintah memperhatikan pasar ini, supaya pasar ini tidak mati,” harapnya. (juniara)

Artikel Terkait