PALEMBANG — Pasca terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berdampak timbulnya kabut asap di provinsi Sumatera Selatan pada 2015 lalu, pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel terus mencari upaya pencegahan agar tidak terulang kembali.

Hal inu terbukti pada tahun 2016, Sumsel dengan lancar tidak mengalami bencana karhutla dan kabut asap. Ditegaskan Alwx Noerdin hal ini dikarenakan komitmen Sumsel yang begitu kuat untuk mengatasi persoalan karhutla.

Alex menegaskan, untuk tahun 2017 ini pemprov Sumsel berserta jajaran pemerintah lainnya akan terus menggiatkan pencegahan karhutla, apalagi Sumsel akan menjadi tuan rumah even internasional seperti Asian Games dan Moto GP.

“Semua akan menjadi sia sia, kalau salah satu kendala yang berat yakni kebakaran hutan di Sumsel terjadi lagi, seperti pada tahun 2015 lalu. Karena, 2017 ini akan terjadi kemarau lebih panjang dan kering,” ungkapnya, disela sambutan acara serah terima jabatan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumsel di Auditorium BPK Sumsel, Kamis (19/01).

Atas dasar tersebut, Alex menegaskan, kepada para bupati yang sudah habis-habisan membantu pada tahun 2015 lalu, terutama Bupati OKI, Muba, Banyuasin dan Ogan Ilir, untuk kembali  saling membantu. “Ini saya sampaikan untuk menjadi perhatian kita semua. Kepada bupati OKI, Muba, Banyuasin dan Ogan Ilir, mari kita bersiap-siap lagi untuk saling membantu mengatasi kebakaran hutan ini,” tegasnya.

Sementara, Bupati OKI Iskandar SE menuturkan, memang diperkirakan kemarau tahun 2017 ini akan masuk pada April nanti. “Kita melihat dari ramalan, ini akan menjadi kemarau yang panjang, kalau kita lihat pada 2016 lalu, memang termasuk kemarau basah yang tidak terlalu panas,” tuturnya.

Iskandar meneruskan, bahwa apa yang telah diimbau Gubernur Sumsel Alex Noerdin, pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan TNI dan Polri, perusahaan, serta stakeholder. “Termasuk juga Masyarakat Peduli Api, Desa Tangkas, Masyarakat Tani Peduli Api, untuk mengkoordinasikan agar terus menjalin apa yang telah dipersiapkan, dan menjadi komitmen bersama pada 2015 dan 2016 kemarin, untuk mulai bersiaga melakukan patrol-patroli,” singkatnya. (juniara)

Artikel Terkait