PALEMBANG —– Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Mukti Sulaiman mengaku kaget setelah mendengar kabar ditangkapnya bupati Banyuasin, Yan Anto Ferdian dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Minggu siang (04/9).

Saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin(05/9), Mukti Sulaiman mengaku dirinya mengetahui informasi OTT Bupati Banyuasin dari berita yang beredar di media online.¬†Menurutnya, selama ini tidak ada indikasi suap yang dilakukan oleh Yan Anton Ferdian. “Makanya kita kaget, karena terus terang saja. Kita ada 17 kabupaten/kota kalau satu saja terganggu maka akan mempengaruhi semuanya,” ujar Mukti Sulaiman.

Tentu saja pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel tak hanya berdiam diri mengenai kasus ini. Masih kata Mukti, nanti akan ada utusan dari pemprov Sumsel yang akan meninjau pemerintah kabupaten Banyuasin untuk mengetahui bagaimana jalan ceritanya hingga Bupati Banyuasin bisa tertangkap tangan.

“Sementara ini saya sudah telpon ke Wakil Bupati Banyuasin agar pemerintah di kabupaten harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan juga meminta Wabup Banyuasin menjalankan tugas tugas bupati sementara waktu. Misalnya apa-apa yang harus dikondisikan dan dihandle oleh Wabup banyuasin harus dijalankan apakah soal pembangunan, penerangan dan kemasyarakatan,” urainya.

Diakui Mukti Sulaiman, hingga saat ini belum ada sanksi dari pemprov Sumsel karena masih menunggu status Yan Anton Ferdian. “Kita akan lihat bagaimana statusnya dulu, apakah terperiksa, tersangka atau terdakwa? Untuk Hari ini akan menugaskan staf agar berkoordinasi ke pemkab Banyuasin dan satu lagi itu ke KPK di Jakarta,” jelasnya.

Ditambahkannya, setiap saat Gubernur Sumsel selalu memberikan peringatan kepada kepala daerah supaya bekerja sesuai aturan. “Nanti pengawasan akan kita perketat lagi terutama untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap semuanya,” tutupnya. (juniara)

Related Post