PALEMBANG — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Moehammad Husein Palembang yang menjadi rumah sakit rujukan nasional kini telah berhasil mendapatkan akreditasi internasional dari Joint Commission Internatinal (JCI).

Akreditasi internasional ini ditandai dengan penyerahan sertifikat akreditasi yang diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian kesehatan Republik Indonesia, Bambang Wibowo di Aula RSMH Palembang, Senin (9/1).

Direktur RSMH Palembang, Syaril mengatakan, didapatnya akreditasi tersebut merupakan kado istimewa bagi RSUP Moehammad Hoesin di usia ke-60 tahun. Dan ini dipersembahkan bagi masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel).

“Kita telah diumumkan oleh JCI mendapatkan akreditasi internasional. JCI telah melakukan visitasi dan penilaian terakhir dari 28 November-2 Desember 2016 lalu,” ucapnya disela penyerahan sertifikat.

Disamping upaya dari seluruh staf rumah sakit untuk mencapai akreditasi tersebut, lanjutnya, pihaknya juga terbantu oleh rumah sakit vertikal lainnya yang sudah mendapat akreditasi seperti RSCM, RSUP Karyadi, RSUP Sanglah Aceh, RSUP Fatmawati, RSJP Harapan Kita dan RS Sarjito.

“Strees dan tidak bisa tidur untuk mendapat akreditasi tersebut,” terangnya.

Dijelaskan juga, RSMH merupakan salah satu rumah sakit rujukan nasional dari 14 rumah sakit di Indonesia. “Ada lima provinsi yang dibina oleh RSMH yakni Sumsel, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, dan juga Bengkulu,” terangnya.

Asisten III Bidang Kesejahteran Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, DR. Akhmad Najib mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan nasional RSMH sudah tidak diragukan lagi.

“Semoga dapat menambah tingkat profesionalitas karena untuk mencapai ini tidaklah mudah, perlu peran serta semua pihak. Harapan dari pemerintah agar semakin berkembang dan dapat memberikan pelayanan semakin baik,” singkatnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Bambang Wibowo meyakini apa yang diraih RSMH Palembang merupakan hasil dari jerih payah dan butuh proses yang panjang.

“Sebagai rumah sakit rujukan nasional sudah suatu kewajiban untuk mendapat akreditasi tingkat internasional,” ucapnya.

Bambang juga mengapresiasi terhadap RSMH yang sudah mendapat akreditasi dari JCI. “Hanya ada 24 diantara 2.578 rumah sakit di Indonesia yang terakreditasi oleh JCI. Penghargaan ini juga harus seiring dengan implementasinya, yakni mutu pelayanan pasien harus ditingkatkan,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost