Halteng: Menpora Imam Nahrawi didampingi Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara meresmikan pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Fagogoru Halmahera di Desa Nurweda Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (10/9). Peresmian ini ditandai dengan penekanan dan penandatanganan prasasti GOR Fagogoru oleh Menpora.
GOR Fagogoru dibangun di atas lahan 24 hektar dengan anggaran Rp 10 miliar. Dinamakan GOR Fagogoru  agar tidak terkesan dimiliki masyarakat Halteng saja tetapi semua warga Maluku Utara khususnya yang tinggal di pesisir pulau Halmahera.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati yang sudah merancang dan membangun GOR ini, sekaligus saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD yang sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan GOR ini,” ucapnya.
“Visi dan misi Pak Bupati yang mempunyai program prioritas betul-betul dilaksanakan dengan baik. Hari ini Pak Bupati beserta jajaran memulai hal besar yang ingin melaksanakan 11 program strategis pembangunan daerah ini. Semoga segera terwujud dan bisa dinikmati oleh masyarakat, sekaligus bisa mendatangkan investasi untuk kemakmuran masyarakat setempat,” tambahnya.
Masih katanya, letakkan batu pertama GOR Halmahera Tengah ini sebagai bagian dari  memotret potensi-potensi anak  muda kita untuk dikembangkan. “Saya senang sekali putra Pak Bupati menjadi penjaga gawang terbaik Se Maluku Utara  di usia 12 tahun. Artinya potensi yang kita miliki di seluruh nusantara khususnya di Halmahera Tengah ini tidak boleh di sia-siakan,” ucapnya
Ia pun minta kepada seluruh pimpinan cabang olahraga di Maluku Utara untuk melihat anak-anak yang berpotensi dan  harus dikembangkan.”Ikutkan mereka di kompetisi-kompetisi, ikutan mereka ke klub-klub. Karena sesungguhnya kita tidak kekurangan stok atlet. Makanya selagi kita mau mencari potensi-potensi muda maka suatu saat kita bisa bersaing sejajar dengan negara-negara lain,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara mengatakan pembangunan gelanggang olahraga yang terlengkap di daerah Halmahera ini merupakan obsesi kita sejak lama. “Obsesi ini terlahir karena kita ingin melihat masa depan daerah ini. Sesungguhnya olahraga adalah suatu proses panjang pembangunan sebuah bangsa,” ucapnya.
“Olahraga pada dasarnya sebuah aktivitas yang membangkitkan sebuah  energy of humanity atau energi kemanusiaan untuk bangkit  sebagai bangsa yang kuat dan tangguh. Sebuah daerah yang menghendaki kemajuan di berbagai bidang pembangunan. Semestinya olahraga sebagai sesuatu yang dianggap penting, kesadaraan akan makna strategis olahraga terjewantahkan dalam sebuah konsep perencanaan pembangunan yang berpihak pada kemajuan olahraga menyeluruh,” tuturnya.
Sebelumnya, saat tiba dikediaman Bupati Halmahera Tengah, Menpora disambut dengan adat istiadat Kabupaten Halmahera Tengah  yang di kenal dengan istilah Et bet bet (Injak Tanah) yang artinya bahwa Menpora beserta rombongan telah menginjakan kaki di wilayah Kab. Halmahera Tengah setelah itu disambut  langsung oleh Bupati Halmahera Tengah, Edi Langkah beserta jajarannya.
Injak tanah adalah adat istiadat Kab. Halmahera Tengah yang biasanya dilaksanakan pada saat menyambut kedatangan para tamu yang baru pertama kali menginjakan kaki di bumi Halmahera. Dengan harapan kaki menginjak tanah maka air,  tanah, gunung, batu dan semua unsur yang tergandung di dalamnya menerima kedatangan rombongan Menpora sebagai suatu persahabatan yang kokoh. (rep/ril)

Artikel Terkait