PALEMBANG — Mahalnya uang kuliah tunggal (UKT) sudah lama dikeluhkan kalangan mahasiswa. Memang belum ada laporan mahasiswa yang stop out atau drop out (SO/DO) namun hal ini cukup memberatkan bagi mahasiswa yang perekonomian keluargnya kurang mampu.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr Ir Anis Saggaf MSCE mengimbau pada Kepala Sekolah (Kepsek) dan orang tua calon mahasiswa baru (Camaba) untuk mendaftarkan murid dan anaknya pada program beasiswa Bidik Misi.

Anis mengatakan, jika program UKT memberatkan calon mahasiswa yang ingin meneruskan hingga perguruan tinggi namun perekonomiannya kurang mendukung dapat mengikuti program Bidik Misi.

“UKT yang termurah yakni Rp500 ribu. Ada juga yang gratis tapi khusus untuk program Bidik Misi. Kepada orang tua dan Kepsek yang tahu kondisi Camaba tidak mampu agar didaftarkan di Bidik Misi,” ucap Anis saat diwawancarai di kantor Gubernur, Senin (23/1).

Dijelaskan Anis, Unsri memiliki kriteria untuk yang dikatakan mampu dan tidak mampu. “Kita ada sistem yang akan mereka isi dan ini diisi dengan jujur, nanti sistem tersebut bisa memprediksi kemampuan UKT Camaba,” jelasnya.

Jika sudah yakin dengan sistem tersebut, lanjut Anis, yang bersangkutan akan mmbayar sesuai sistem tersebut. “Namun yang bagus yakni kejujuran, jika mahasiswa sendiri merasa sangat murah dan sanggup tinggi maka akan kita cover secepatnya,” tambahnya.

Meskipun sudah melalui sistem yang ada, menurutnya, pihaknya akan tetap melakukan visitasi. “Tetap kita lakukan visitasi, jadi harus ada integeritas, ada surat pernyataan integeritas yang akan ditandatangani,” ucapnya.

Anis menambahkan, untuk program Bidik Misi tahun ini pihaknya belum mengetahui jumlah kuota. “Kalau tahun 2016 kemarin kuota bidik misi Unsri sebanyak 750 orang, lalu mendapat tambahan lagi 150, jadi kuota tahun lalu mencapai 900. Namun tahun ini belum ditentukan,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait