Rahmad Darmawan angkat bicara mengenai beberapa pemain Indonesia yang akan merumput di luar negeri musim depan. Mantan pelatih timnas Garuda ini melihat banyak sisi positif yang akan didapatkan pemain Indonesia bila mendapat kesempatan melanjutkan karier di luar negeri.

“Pertama adalah pengalaman, yang  tidak bisa dibeli dan sangat berharga. Mereka akan mendapat pelajaran dan kultur sepakbola yang berbeda, jadi saya pikir hal ini sangat positif sekali,” ujarnya saat ditemui usai sesi latihan di stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Jumat (15/12) sore.

Selain itu, dirinya juga menyebut kualitas pemain itu sendiri akan meningkat pesat bila benar nantinya merumput diluar negeri. “Mereka akan belajar lebih tentang profesionalisme, karena semuanya akan diurus sendiri, beda bila dibandingkan di negeri sendiri. Selain itu, tidak banyak orang yang mengenal mereka disana, kalau disini mungkin sudah dianggap bintang sehingga perlu kerja keras agar mampu bersaing nantinya,” bebernya.

Oleh karena itu, dirinya pun mendukung langkah Evan Dimas dan Ilham Udin yang saat ini sudah resmi dikontrak oleh klub Selangor Malaysia ataupun Ryuji Utomo yang akan hijrah ke Liga Thailand bersama PTT Rayong. “Saya sangat mendukung, namun sekali lagi mereka perlu lebih disiplin dan ekstra kerja keras disana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi merasa kecewa dengan keputusan hengkang trio timnas U23 asuhan pelatih Luis Milla Aspas tersebut. Menurutnya, kekecewaannya itu lantaran para pemain yang hijrah itu adalah penggawa timnas Garuda. Edy menilai, para pemain itu melunturkan semangat perbaikan kompetisi dan sepak bola di dalam negeri yang dikampanyekan setahun ini.

Jenderal bintang tiga itu juga tak ingin kiprah luar negeri para pemain itu mengganggu jadwal dan program kepelatihan timnas Garuda yang sudah disusun. Apalagi, rencana program timnas tersebut sengaja disiapkan demi meraih target semifinal Asian Games yang akan digelar Agustus 2018 mendatang.

Kekesalan Edy pun memuncak karena para pemain tersebut sebelum hengkang ke liga luar tak pamit kepada PSSI. “Etikanya saja mereka sudah salah. Saya ini kan bapaknya PSSI. Dimana-mana, anak itu kalau mau pergi kan seharusnya pamit sama bapaknya. Kan gak benar (etika) mereka seperti itu,” keluhnya.  Namun, Edy meyakini, kepergian para pemain tersebut lantaran ulah para agen-agen pemain yang tak paham dengan kepentingan timnas.

 

Artikel Terkait