PALEMBANG — Meski belum ada pengumuman resmi, namun sinyal Rahmad Hidayat bergabung ke Sriwijaya FC semakin terlihat. Bahkan eks pemain Persib Bandung ini pun disebut sudah berada di Palembang dan melakukan negosiasi dengan laskar wong kito, Rabu (4/1) kemarin.

Rahmad sendiri pun melalui akun instagramnya @rachmad_hidayat99 juga sudah memposting foto dirinya dengan latar belakang Jembatan Ampera malam harinya. Sontak postingnya ini mendapat reaksi dari pecinta sepakbola nasional, terutama suporter SFC yang membanjiri postingannya tersebut dengan ucapan selamat datang di Palembang.

Saat dihubungi, pemain asal Medan ini membenarkan bahwa dirinya memang berada di Palembang dan melakukan komunikasi dengan manajemen SFC. “Mohon doanya saja semoga semua berjalan lancar, saya sendiri belum bisa berkomentar banyak dan kita tunggu beberapa hari kedepan,” ujar jebolan klub peserta Indonesian Premier League (IPL), Pro Duta ini.

Menurutnya, selain SFC juga ada beberapa klub lain yang juga menawarinya untuk bergabung di bursa transfer kali ini. “Ada klub dari Kalimantan juga selain SFC yang menawari, tentu saya akan memilih yang terbaik untuk masa depan karier sepakbola saya,” tambahnya.

Diakuinya, dirinya tertarik untuk berkomunikasi dengan manajemen SFC karena musim lalu banyak memberikan kesempatan bermain bagi pemain muda. Bahkan pemain seperti Teja Paku Alam dan Ichsan Kurniawan bisa menembus skuad timnas Indonesia karena performa apik di klub bersama SFC.

Rahmad yang mengidolakan Firman Utina ini juga berharap yang sama dan ingin mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak nantinya. “Tentu sebagai pemain tugas saya hanyalah berlatih dan bekerja keras saat latihan, karena semua keputusan ada di tangan pelatih. Tapi saya tegaskan saya siap bersaing memperebutkan posisi inti di dalam tim,” tambahnya.

Uniknya, sosok yang berjasa membawa Rahmad ke jalur sepak bola profesional adalah pelatih asal Australia, Eric William yang juga merupakan pelatih SFC di musim pertama 2004/2005 lalu pasca mengakuisi Persijatim. Eric awalnya merupakan pelatih PSMS Medan pada 2007-2008. Pertemuan Rahmad dengan Eric terjadi saat SSB Putra Mulia Medan, tempatnya berlatih sepakbola untuk pertama kali melakukan  uji coba melawan Akademi Medan United pada 2007. Pada momen itu, Eric sedang memantau bakat untuk dibawa ke PSMS U-21.

Coach Eric yang menemukan saya saat banyak pelatih lokal tak melirik. Waktu itu dia meyakinkan, saya bisa jadi pesepak bola profesional asal mau berusaha keras dan mengikuti instruksi pelatih,” pungkasnya. (Dedi)

RelatedPost