PALEMBANG — Terpilihnya provinsi Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Bonn Challenge yang akan diselenggarakan Maret mendatang membuat pemerintah provinsi sibuk mempersiapkan diri untuk penampilan yang terbaik.

Selain kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang menjadi salah satu destinasi utama yang bakal dikunjungi para peserta Bonn Challenge, Pulau Sembilang juga turut dipersiapkan untuk menjadi lokasi kunjungan.

Menurut Muhammad Sidik dari senior advisor bidang perhutanan sosial GIZ , senin (16/01), terpilihnya Sumsel sebagai tuan rumah tentu tak lepas dari keseriuasan Pemprov Sumsel yang selama ini secara konsisten dalam memerangi kerusakan hutan dan kebakaran lahan.

Ia menjelaskan terkait persiapan Sumsel dalam acara tersebut, rencananya selama beberapa  hari Sumsel akan menjadi tuan rumah forum internasional restorasi lanskap Bonn Challenge IV yang akan dikuti oleh 30 menteri negara. Oleh karenanya perlu persiapan yang maksimal.

“Nanti sebagai tuan rumah Bonn Challenge semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan kerusakan lingkungan baik swasta maupun internal dan kolega akan dilibatkan oleh pemprov Sumsel dalam acara ini,” katanya.

Selain itu sebagai tempat pelaksanaan Bonn Challenge, provinsi Sumsel akan mempersiapkan sebuah komitmen besar terkait ekonomi dan lingkungan yang dijemaa dalam sebuah dokumen besar  yang saat ini sedang difinalisasi untuk diangkat dalam kegiatan Bonn Chalenge akan dilounching yankni greenroad Sumsel.

“Greenroad Sumsel ini adalah planningnya pemprov Sumsel terkait keseriusan mengenai pembangunan ekonomi dan target capaian konservasi,”jelasnya.

Sebelumnya seperti diketahui sekitar 400 hektar hektar hutannya termasuk lahan kritis akibat pembalakan liar, perambahan, serta karhutla yang menyebabkan degradasi. Sehingga perlu diantisipasi secara maksimal.

Selanjutnya pada saat pelaksanaan Bonn Challenge IV, peserta akan diajak melihat secara langsung kondisi lingkungan terutama yang ada di Taman Nasional Sembilang.  Lalu ada acara lain yakni welcome speech  yang akan dilaksanakan oleh Gubernur Sumatera Selatan dan  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta jika tidak ada halangan akan dihadiri oleh Presiden atau wakil presiden RI.

The Bonn Challenge  adalah sebuah  inisiatif restorasi terbesar dunia tentang kepedulian terhadap lingkungan serta merupakan upaya global untuk secar bersama-sama mengembalikan 150 juta hektar lahan terdegradasi dan gundul di dunia hingga pada tahun 2020 mendatang.

The Bonn Challenge diluncurkan oleh Pemerintah Jerman dan ICUN (The International Union for Conservation of Nature) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam di Bonn pada 2 September 2011 silam. Bonn Challenge sendiri hadir sebagai jawaban terhadap tantangan yang ada melalui prinsip-prinsip Forest Landscape Restoration, yang nantinya melalui proses jangka panjang mampu  mewujudkan  kembali integritas ekologi yang pada akhirnya akan berefek terhadap kesejahteraan umat manusia. (juniara)

Artikel Terkait