PALEMBANG — Beragam kuliner atau santapan berbuka puasa banyak dijual di berbagai pasar beduk yang ada di kota ini pada bulan Ramadhan. Berbagai ragam makanan yang ditawarkan kerap membuat orang memborong berbagai jenis makanan untuk dimakan saat berbuka puasa secara berlebihan.

Ada tips dari Wulandari Sri Rezeki, seorang dokter muda, agar yang kita makan saat berbuka puasa tidak berlebihan atau menjadi mubazir, setelah terbeli tapi tidak dimakan karena perut sudah kenang lebih dulu.

Wulandari memberi saran supaya tidak terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan atau minuman pada saat Ramadhan, karena selain membahayakan kesehatan makan dan minum berlebihan juga akan menganggu seseorang dalam beribadah.

“Untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima selama Ramadhan kuncinya adalah dengan cara mengonsumsi makanan yang bisa cepat mengganti cairan dan energi yang hilang, namun jangan sampai kebablasan,” pesannya.

Misalnya, satu kali berbuka puasa bisa dengan menu es teh atau minuman manis lainnya. Untuk makan, harus makanan yang mengandung karbohidrat dan vitamin, misalnya nasi, ikan, dan sayur sop.

Menurutnya, disarankan menghindari makanan yang tinggi kandungan garam terutama pada saat sahur karena dapat membuat tubuh cepat dehidrasi. Susu dan buah-buahan adalah salah satu yang baik untuk dikonsumsi pada saat sahur.

“Biasanya pada saat sahur banyak orang yang suka minum kopi dan juga teh, itu juga sebaiknya dihindari karena kedua minuman tersebut dapat membuat cairan dari tubuh banyak yang keluar dan pada akhirnya menyebabkan dehidrasi,” pesan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung ini. (nia)

RelatedPost