PALEMBANG – Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Yuliar menyatakan, sponsor tradisional telah melayangkan kontrak terbaru kepada pihak PT SOM. Yakni, Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), Bank SumselBabel, Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) karena mencari pendapatan di Sumsel.
Hal tersebut berarti tidak ada masalah soal keuangan Laskar Wong Kito menuju kompetisi.
“Untuk keuangan kompetisi musim depan aman. Karena kita sudah dibackup para sponsor tradisional mereka sudah mengajukan kontrak terbaru. Artinya semua aman untuk musim depan tidak ada kendala,”paparnya.
Sementara itu pihak manajemen tim terus bergerilya mencari pemain berkualitas jelang bergulirnya kompetisi musim 2017. Belanja pemain selalu menjadi post pengeluaran paling besar setiap musimnya. Oleh sebab itulah, Yuliar harus benar-benar jeli untuk masalah satu ini.
Dia harus dapat merinci secara detail berapa biaya yang akan masuk di keuangan PT SOM musim 2017, serta biaya yang harus dikeluarkan di musim ini. Untuk pengeluaran pertama sudah pasti belanja pemain.
“Belanja pemain dan biaya away selalu menjadi paling besar setiap musimnya,”ucapnya.
Menurutnya untuk biaya laga away masih terbilang cukup lama. Saat ini dia harus menyiapkan post pengeluaran untuk berbelanja pemain.
“Sudah harus disiapkan untuk uang downpaymen pemain dan juga sudah harus dihitung gaji mereka selama satu musim,”lanjutnya
Dana ini nantinya akan dibayarkan dari sponsor yang masuk ke Laskar Wong Kito. Saat ini tim Marketing dan Promosi PT SOM terus bekerja keras untuk mencari dana buat membiayai SFC musim 2017. Meski terus bekerja, tim marketing dan promosi sudah mengantungi beberapa sponsor dengan angka yang cukup fantastis. Dia dan bagian marketing dan promosi sudah berkoordinasi untuk hal ini.
Masih kata Yuliar, selama menjadi Direktur Keuangan PT SOM musim 2014, dia terus berupaya untuk membuat pembukuan yang lebih baik.
Setiap musim dia terus memberikan laporan pertanggungjawaban pada Presiden SFC Dodi Reza Alex. Pada akhir musim 2016 ini, dia juga telah melaporkan bila telah melakukan kewajiban bagian keuangan seperti membayar pajak setiap tahunnya.
SFC termasuk tim yang taat aturan dan terus melakukan kewajibannya dalam membayar pajak. Tak hanya itu, pembayaran sisa hutang juga telah dilakukan sejak musim 2014.
“Sejak musim 2014 sampai 2016, sudah kita bayarkan kewajiban, seperti bayar pajak dan kompensasi penghapusan hutang dan masih banyak lagi,” ucapnya.
Dengan tuntasnya kewajiban itu, maka di musim 2017, dia sangat yakin sekali bila keuangan Laskar Wong Kito akan semakin sehat lagi.
Takkan ada kesulitan bagi manajemen dalam membeli pemain karena terhalang dana, gaji setiap bulan pemain diyakini akan lebih lancar dan juga biaya away akan bisa tertutupi dari sponsor atau biaya tiket laga kandang. (Dedi)

RelatedPost