PALEMBANG — Kerugian yang kerap dialami petani di Sumatera Selatan ketika menjual hasil panen dengan sistem ijon diharapkan akan semakin berkurang seiring diluncurkannya program onfarm, kegiatan usaha tani dengan kerjasama antar Perum Bulog dengan para Petani.

Kepala Perum Bulog Divisi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, H. Bakhtiar AS, mengungkapkan, program onfarm yang dilakukan dengan sinergi antar institusi bertujuan untuk menjaga harga jual ditingkat petani sehingga masyarakatvdapat menikmati harga yang layak.

Bahtiar mengatakan, petani saat ini sudah mulai cerdas dengan tidak bergantung pada pemilik modal atau tengkulak. Program onfarm yang dibiayai perbankan diharapkan membantu petani dengan Bulog sebagai pihak yang membeli hasil produksi dengan harga yang telah ditetapkan Pemerintah.

“Mungkin selama ini mereka terpaku dengan pemilik modal, tapi sekarang kami ada program namanya onfarm yang dibiayai perbankan. Bulog sebagai offtaker mengambil hasil produksinya,” ujar Bahtiar, Rabu (18/01).

Harga beli Bulog ditingkat Petani saat ini menurut Bahtiar ditetapkan sesuai dengan Instruksi Presiden sebesar Rp.7300/kg. Sepanjang harga beli Bulog masih diatas harga tengkulak maka penyerapan beras ditingkat petani tidak akan menjadi masalah. Namun bila tidak, Pemerintah bersama Bulog akan tetap mengambil langkah strategis untuk melakukan pembelian.(juniara)

Artikel Terkait