RATAS LRT  — Presiden Joko Widodo dengan didampingi Wakil Prsiden Jusuf Kalla, Rabu (8/6) di kantor kepresidenan memimpin rapat terbatas membahas tentang infrastruktur transportasi pembangunan  LRT (Light Rail Train) di Jakarta, Palembang dan Bandung.
Rapat terbatas membahas mengenai LRT tersebut merupakan yang keenam kalinya dipimpin Presiden Joko Widodo. Pada rapat terbatas kali ini dihadiri
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Hukum dan HAM serta Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Dalam rapat tersebut Presiden Joko Widodo menyampaikan, yang menjadi fokus dalam pembangunan infrastruktur transportasi utamanya di kota-kota besar yakni adanya konektivitas, intergrasi  antar moda dan antar transportasi, serta modernisasi transportasi itu sendiri.
Menurut Presiden,  yang dimaksud konektivitas adalah antar daerah, antar wilayah bisa terhubung dan mendorong pergerakan ekonomi bisa lebih efisien, menurunkan biaya-biaya logistik, biaya-biaya transportasi sehingga daya saing menjadi lebih baik.
“Penentuan trase harus bisa menggabungkan, mengintegrasikan antar moda-moda transportasi yang sudah ada. Seperti MRT  di Jakarta dan LRT di Palembang, Sumatera Selatan.  Ini penting sekali, kalau bisa sambung antara pesawat, dengan kereta api, dengan LRT dengan MRT (Mass Rapid Transport) misalnya di Jakarta, dengan bus, dengan pelabuhan itu akan sangat lebih baik, harus dipastikan ini sudah dimasukkan dalam perencanaanya,” pesan Presiden Joko Widodo.
Sementara mengenai pembangunan LRT di Palembang Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan, LRT di Palembang akan selesai Juni 2018 mendatang. “Pembangunan transportasi massal ini sudah melewati progres yang terbilang cepat, sudah mencapai 8 persen, sementara di akhir 2016 ditarget bisa tercapai 37 persen untuk pembangunan struktur bawah LRT.” (Foto Humas Pemprov Sumsel)

RelatedPost