PALEMBANG — Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus melakukan persiapan dan koordinas untuk keamanan dan kenyaman pemudik pada ruas jalur mudik lebaran di daerah ini.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, Senin (20/6), menjelaskan kepada wartawan, Polda berkoordinasi dengan pihak terkait diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga untuk perbaikan jalan  rusak dan jalur mudik yang dianggap rawan longsor.
Menurut Djoko Prastowo, Polda Sumsel meminta PU Bina Marga melakukan perbaikan dan pengerasan jalan dilakukan secara rutin. “PU kami minta segera melakukan penambalan titik jalan yang berlubang dan membahayakan pemudik dan warga yang memanfaatkan sebagai tempat meminta-minta yang akan meresahkan pemudi,”  katanya.
Selain itu, untuk menjaga keamanan daerah rawan terutama di tempat yang jalannya mengalami kerusakan atau longsor Kapolda Sumsel akan memaksimalkan penempatan personil polisi untu menjaga keamanan dan kenyamanan pemudik.
Menjelang arus puncak mudik lebaran 2016, Menurut Irjen Pol Djoko Prastowo, Polda Sumsel telah melaksanakan operasi pencegahan mulai operasi bersinar, operasi senjata api, operasi pekat, hingga operasi binakusuma yang tujuannya adalah mencegah kemungkinan terjadinya tindak kriminal.
“Kegiatan operasi pendahuluan semacam ini mampu memberi rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa hingga pada saat mereka mudik menjelang lebaran nanti,” ujarnya.
Polda Sumsel juga telah melakukan penyisiran pada jalur mudik ke beberapa kabupaten dan kota di Sumsel untuk memastikan kondisi jalan serta masalah keamanan,  termasuk di daerah perbatasan.
Dari hasil penyisiran tersebut, di perbatasan dengan Provinsi Lampung yang merupakan jalur utama para pemudik lebaran, masih belum siap untuk dilalui bagi para pemudik. Mulai dari Kecamatan Lempuing, Mesuji sampai ke jembatan perbatasan Lampung, masih banyak jalan berlubang dan masih dalam kondisi perbaikan. (juniara)

RelatedPost