Meskipun Kemenpora secara resmi sudah melayangkan surat kepada Kapolri untuk tidak menerbitkan izin keramaian pada berbagai penyelenggaraan keolahragaan PSSI, namun hal tersebut dipastikan tidak akan berlaku di Piala Presiden yang digelar akhir Agustus ini. Hal tersebut disampaikan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto di Palembang, Senin (10/8).

Menurutnya, pihak Kemenpora tidak akan mempermasalahkan penyelenggaraan turnamen yang digelar oleh pihak Mahaka Sports and Entertainment ini, apalagi promotor sudah resmi menghadap Presiden RI dan mendapatkan dukungan langsung dari Jokowi. Namun dirinya meluruskan beberapa hal terkait pelaksanaan turnamen Piala Presiden yang akan diikuti oleh 13 klub Indonesian Super League (ISL) dan 3 klub dari Divisi Utama ini.

Salah satunya adalah mengenai pernyataan pihak PSSI yang mengatakan bahwa pelaksanaan turnamen Piala Presiden merupakan turnamen pramusim resmi induk olahraga sepakbola tertinggi di Indonesia yang masih dibekukan oleh pihak Kemepora tersebut. “Pelarangan tersebut memang hanya untuk semua kegiatan yang dibawah naungan PSSI, dan sebenarnya pihak yang bersangkutan sudah mengklarifikasi bahwa pelaksanaan Piala Presiden tidak berafiliasi dengan lembaga manapun sehingga statusnya sama seperti turnamen biasa,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PSSI, Erwin Dwi Budiawan, mengatakan turnamen itu bakal dijadikan ajang kesiapan tiim jelang tampil di ISL 2015-2016. Turnamen yang awalnya bernama Piala Indonesia Satu itu akan digelar pada 30 Agustus 2015 dengan total hadiah mencapai Rp7 miliar. “Piala Presiden resmi jadi turnamen pramusim dan akan selesai pada Oktober 2015,” jelas Erwin kepada pewarta, Senin (3/8).

Kondisi ini sendiri mendapat tanggapan dari manajemen Sriwijaya FC yang mengaku cukup bingung dengan kondisi sepakbola di tanah air yang masih dilanda konflik berkepanjangan. “Kami menyayangkan surat dari Kemenpora yang meminta Polri untuk tidak memberikan izin pelaksanaan ISL, karena sudah ada keputusan PSSI yang isinya meminta untuk mencabut pembekuan tersebut. Hal ini sangat menganggu klub dalam menyiapkan rencana kedepan,” ujar sekretaris tim laskar wong kito, Achmad Haris saat dikonfirmasi.