PALEMBANG — Meski sudah berada di Palembang, namun manajemen Sriwijaya FC belum bisa memastikan masa depan Fahrudin Ariyanto bersama laskar wong kito kedepannya. Terlambatnya kedatangan bek timnas Indonesia ini ke Palembang karena pesawat yang membawanya langsung dari Yogyakarta mengalami delay, Senin (30/1) siang.
“Awalnya Fahrudin tiba sekitar pukul 13.30 WIB, namun karena delay sehingga baru tiba sekitar 2 jam sesudahnya. Sementara manajer SFC di waktu yang bersamaan ada pekerjaan diluar kota yang tidak bisa ditinggalkan sehingga baru akan bertemu Selasa (31/1) siang,” jelas sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Senin (30/1) sore.
Awalnya, pihaknya tetap meminta Fahrudin untuk berlatih seperti biasa bersama rekannya yang lain di stadion GSJ, namun karena kelelahan maka pemain asal Klaten tersebut memilih beristirahat. Terkait status Fahrudin, Haris kembali menegaskan bahwa sang pemain masih memiliki kontrak hingga Maret mendatang sehingga tetap harus menjalankan kewajibannya seperti biasa.
Dalam kesempatan yang sama, pihaknya juga menjelaskan bahwa masih menunggu kedatangan Bayu Gatra ke Palembang. “Usai bulan madu ke Lombok, awalnya Bayu berjanji akan datang ke Palembang karena memang ada perjanjian dengan kita. Tadi dia ada komunikasi dengan salah satu pengurus SFC dan menjelaskan batal hadir karena merasa persoalannya sudah diselesaikan oleh istri bapak Achsanul Qosasih saat menelpon manajer SFC beberapa waktu lalu, namun sudah kami jelaskan bahwa saat itu hanyalah percakapan biasa dan silturahmi setelah sekian lama tidak bertemu, dan ketika itu juga tidak ada membahas mengenai Bayu sama sekali,” ungkapnya.
Sementara itu, persoalan Fahrudin sendiri terus memantik reaksi dari penggemar SFC. “Sebenarnya tidak perlu menjadi besar seperti ini karena perpindahan pemain hal yang wajar dan SFC tanpa Fahrudin tetap akan berdiri, tidak ada pemain yang namanya yang lebih besar dari klub itu sendiri,” ungkap Rendy Prima dari komunitas Sriwijaya Boys.
Namun dirinya menyatakan tidak habis pikir melihat sikap Fahrudin yang seperti menyepelekan SFC. “Berdasarkan kronologis, manajemen menyatakan sudah mempertahankan Fahrudin untuk musim depan dan disanggupi oleh yang bersangkutan. Namun tiba-tiba menghilang tanpa kabar, absen latihan cukup lama dan hingga saat ini pun belum mengajukan pengunduran diri, lalu muncul kabar sudah menjalin kesepakatan dengan klub lain, tentu ini bukan sikap dari pemain profesional,” keluhnya. (Dedi)

Artikel Terkait