PALEMBANG – Perusahaan umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) merasa optimis terhadap target pengadaan beras pada tahun 2017 ini bisa tercapai karena stok beras yang ada di gudang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai Mei tahun 2017.

Dikatakan Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel,H. Bahktiar A.S, Masyarakat Sumsel dan Babel tidak perlu khawatir kekurangan bahan pangan utama yakni beras, karena stok yang tersedia di gudang dapat memenuhi kebutuhan dua provinsi tersebut dalam waktu tujuh bulan kedepan.
“Stok beras dijamin tersedia cukup banyak dan jumlahnya akan terus ditambah karena dalam waktu dekat segera dilakukan penyerapan hasil panen petani, jadi masyarakat tidak perlu takut terjadi kelangkaan beras,” ujarnya pada awak media, Senin (16/1).

Menurutnya, pada 2017 ini, pihaknya berupaya meningkatkan penyerapan beras hasil panen petani pada dua provinsi tersebut.

Ditargetkan penyerapan dan pengadaan pada 2017 sebanyak 120.000 ton beras. “Diharapkan hasil panen petani sepanjang tahun ini tidak mengalami gangguan akibat pengaruh cuaca alam sehingga dapat terealisasi sesuai dengan target tersebut,” tambahnya.

Penyerapan beras petani diharapkan dapat berjalan sesuai rencana sehingga stok beras selalu tersedia dan dapat membantu petani menjual hasil panennya dengan harga yang wajar.

“Sampai saat ini kita masih ambil beras diwilayah Tanjung Lago Banyuasin dan Belitang OKU Timur,” jelasnya.

Selain itu, untuk menjaga kestabilan harga beras di pasaran wilayah Sumsel dan Bangka Belitung, selain menyediakan stok dalam jumlah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pihaknya menyiapkan kegiatan operasi pasar beras jika terjadi gejala kenaikan harga kebutuhan pokok itu dalam batas yang tidak wajar. (juniara)

RelatedPost