Perjudian besar dilakukan manajemen Sriwijaya FC di penghujung persiapan menghadapi turnamen Piala Presiden 2015. Pasalnya, berbeda dengan kebijakan transfer sebelumnya, manajemen laskar wong kito kali ini mendatangkan pemain yang tidak terlalu memiliki catatan mengesankan di klub sebelumnya.

Pemain yang dimaksud adalah Theodore Marius Ngom Totto, pemain asal Kamerun yang terakhir kali memperkuat Persikab Kab Bandung di kompetisi divisi utama. Ngom Totto sebelumnya juga sempat bermain untuk Persid Jember dan Persebo Bondowo di kasta kedua sepakbola di tanah air.

Pemain yang berposisi sebagai striker ini sendiri memang didatangkan untuk mengisi kekuatan di lini depan SFC yang kehilangan Goran Ljubojevic dan Ferdinan Sinaga, bomber andalan saat berlaga di kompetisi Qatar National Bank (QNB) League 2015 lalu.

Ngom Totto sendiri sudah mengikuti sesi latihan SFC di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (26/6) sore setelah tiba di Palembang pada pagi harinya. Pelatih SFC, Beny Dollo mengaku belum bisa memberikan komentar terkait bergabungnya Ngom Totto di dalam skuadnya.

“Ini baru latihan pertama buat dia dan masih beradaptasi dengan gaya bermain pemain lainnya. Namun secara umum cukup lumayan, kita masih akan melihat kualitasnya dalam beberapa hari kedepan,” ujar Bendol. Saat ditanya mengenai track recordnya yang hanya berasal dari kasta kedua sepakbola di tanah air, Bendol menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mempermasalahkan asal usul pemain yang akan direkrut dan hanya akan melihat kemampuan di lapangan.

Eks pelatih timnas ini mencontohkan pengalamannya saat masih di Persija dan merekrut Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne pada pertengahan musim 2013-2014. “Saat itu Pacho dinilai sudah habis dan memang jika melihat gayanya bermain sangat tidak meyakinkan. Namun saat di lapangan dia punya kelebihan penempatan posisi dan insting mencetak gol yang tinggi, hasilnya dia bisa cetak 21 gol dari 16 pertandingan, bahkan semusim kemudian jadi top skor ISL,” bebernya.

Sementara itu, ditemui usai sesi latihan di GSJ, Ngom Totto sendiri mengaku memiliki ambisi besar bersama SFC. “Saya senang berada disini dan mendapat kesempatan bermain untuk SFC, latihan pertama ini memang belum maksimal. Tapi saya sudah mulai mengerti gaya bermain yang akan diterapkan oleh pelatih,” jelasnya.

Pemain yang musim lalu mencetak 7 gol untuk Persikab Kab Bandung ini menegaskan dirinya tidak merasa terbebani dengan statusnya yang hanya berasal dari klub yang bermain di kasta kedua kompetisi sepakbola di Indonesia. “Tidak ada masalah, apalagi saya sudah mengenal beberapa pemain SFC karena sering bertemu saat partai uji coba sebelumnya. Selama 3 musim di divisi utama, saya memang hanya mencetak sekitar 20 gol, tapi itu juga disebabkan jumlah pertandingan yang dimainkan sedikit,” ujar pemain yang bersahabat dekat eks pemain SFC, Thierry Gauthesy ini.