PALEMBANG — Memasuki Tahun baru 2017, program tax amnesty (pengampunan pajak) bagi wajib pajak masih akan berlangsung dalam periode ketiga, terhitung sejak tanggal 1 januari hingga 31 Maret mendatang dengan tarif lima persen.

Dikatakan Kepala Kantor Wilayah Direktoral Jenderal Pajak provinsi Sumatera Selatan (Kakanwil DJP provinsi Sumsel), M. Ismiransyah M. Zain, mengungkapkan, program tax amnesty periode tiga ini akan fokus menyasar wajib pajak yang memiliki profesi sebagai pengusaha, pegawai negeri sipil (PNS), dan UMKM.

“Untuk WP UMKM dengan harta dibawah 10 Miliar tarifnya 0,5 persen dan dua persen untuk UMKM dengan harta diatas 10 miliar,” jelasnya.

Untuk itu, Rendi sapaan akrabnya mengimbau masyarakat Sumsel agar memanfaatkan program tax amnesty ini yang akan segera berakhir. “Bagi WP segera manfaatkan program ini karena ini kesempatan terakhir untuk mendapatkan pengampunan pajak,”  ujarnya.

Masih kata dia, DJP selalu mengoptimalkan kinerja untuk membantu pembangunan nasional  dan kelangsungan NKRI melalui program tax amnesty.

“Ini tanggungjawab kita bersama, Kanwil DJP terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk memaksimalkan penerimaan pajak. Tentunya, dengan harapan besar agar segera pulihnya kembali perekonomian nasional serta komitmen bersama wajib pajak dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata dia.

Dijelaskan Ismiransyah, untuk realisasi penerimaan Plpajak Tahun 2016 mencapai 92%  atau setara dengan angka 12,2 triliun dari target hasil APBNP kedua, Kanwil  Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung yang  ditargetkan sebesar Rp. 13,3 Triliun.

Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi hasil program tax amnesty periode kedua ini, seperti penurunan harga komoditas baik sawit, karet, batubara maupun timah yang sedang bergerak naik dipenghujung 2016. Selain itu juga,  tidak dapat dilakukan pemeriksaan pajak secara efektif sejalan dengan diberlakukannya program Amnesti Pajak,  serta kepatuhan Wajib Pajak yang masih rendah akibat belum optimalnya sosialisasi dan edukasi dari aparat pajak.

“Sementara penerimaan dari program tax amnesty saja tercapai Rp. 150 miliar memang tidak dapat memenuhi target yang dibuat sebelumnya yaitu 200 miliar pada periode II ini. Bila dilihat dari keikutsertaan Wajib Pajak dalam program tax amnesty periode II ini yaitu sekitar 8.000an Wajib Pajak,” singkatnya. (juniara)

RelatedPost